Pelatih di Liga Putri Indonesia 2026/2027 Harus Kantongi Lisensi A AFC

Liga Putri Indonesia siap bergulir mulai 17 Oktober 2026.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 12 Agustus 2026, 15:15 WIB
Konferensi Pers Liga Putri Indonesia di kantor I League, Jakarta, Selasa (11/8/2026). (Dok. Persija)

Bola.com, Jakarta - Kabar segar berembus bagi sepak bola putri Indonesia. Kompetisi Liga Putri Indonesia yang menyandang nama resmi Indonesia Women's League (IWL) dipastikan bergulir.

Liga Putri Indonesia musim 2026/2027 bergylir mulai 17 Oktober 2026 hingga akhir Januari 2027. Mayoritas laga akan digelar di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.

Advertisement

Menjelang kick-off, CEO IWL, Teddy Tjahjono, membeberkan sejumlah regulasi ketat yang akan diterapkan, mulai dari standar lisensi kepelatihan hingga mandat FIFA terkait keterlibatan staf perempuan dalam tim.

Kompetisi ini menjadi angin segar mengingat liga putri Indonesia sempat vakum sejak 2019. Untuk edisi pembuka, IWL akan diikuti oleh enam tim kontestan, yakni Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United, Garudayaksa, Persikad Depok, dan FC Bekasi City.


Harus Ada Lisensi

Pemain Timnas putri Indonesia, Safira Ika (belakang) melepaskan tendangan yang berusaha dihalangi pemain Singapura, Nicole Lim pada laga uji coba internasional di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Teddy Tjahjono menegaskan bahwa I.League selaku operator kompetisi berkomitmen menjaga kualitas dan profesionalisme liga dengan merujuk pada regulasi resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Pelatih kepala di Liga Putri Indonesia minimal harus memiliki lisensi A AFC. Operator ingin Liga Putri Indonesia diisi oleh para pelatih profesional dan berkualitas. 

"Untuk pelatih kepala, ketentuannya wajib memiliki Lisensi A AFC, yang merupakan satu tingkat di bawah lisensi tertinggi AFC Pro," ungkap Teddy.


Masih Minim

Pemain tengah Timnas Putri Indonesia, Octavianti Dwi Nurmalita (atas) terjatuh ditekel gelandang Sri Lanka, Mahamage Achala Sanjeewani Perera saat laga persahabatan di Stadion Pakansari, Kab Bogor, Sabtu (16/11/2019). Indonesia menang telak 5-0 atas Sri Lanka. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Meski mematok standar lisensi yang tinggi, I.League dan PSSI tidak menutup mata terhadap masih minimnya pelatih perempuan berlisensi tinggi di Indonesia. Untuk itu, PSSI menyiapkan program jalur percepatan (fast track) lisensi kepelatihan khusus bagi juru taktik wanita.

Langkah ini juga diselaraskan dengan aturan terbaru dari FIFA yang berlaku sejak 19 Maret 2026. Regulasi tersebut mewajibkan setiap klub di kompetisi putri memperkuat peran perempuan di jajaran bench dan staf tim.

Setiap tim nantinya wajib memiliki setidaknya satu pelatih kepala atau asisten pelatih perempuan. Kontestan Liga Putri Indonesia juga menyertakan minimal satu staf medis perempuan.

Tidak hanya itu mereka juga harus memiliki dua orang ofisial perempuan harus duduk di bangku cadangan (bench) selama pertandingan.

Berita Terkait