Bhayangkara FC Serius Buru Gelar BRI Super League 2026/2027, Taktik Dimatangkan dan Fisik Digenjot

Fisik pemain terus Digenjot, Bhayangkara FC siap arungi BRI Super League 2026/2027. Respons dan performa alami peningkatan.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 15 Agustus 2026, 21:15 WIB
Javier Sanchez Florez, pelatih fisik Bhayangkara FC. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Jakarta - Taktik oke, fisik juga oke. Dua kabar terkini tersebut menyelimuti ruang ganti Bhayangkara FC jelang datangnya BRI Super League 2026/2027.

Sebagai satu di antara tim penantang perburuan gelar, Bhayangkara FC terus membangun mesin perang demi target tinggi musim ini.

Advertisement

Musim lalu, tim berjuluk The Guardians itu tampil digdaya karena ikut memanaskan persaingan papan atas sebelum akhirnya finis di posisi kelima klasemen akhir BRI Super League 2025/2026.

Berkaca dari pencapaian itu, kini tim yang ditukangi pelatih anyar asal Spanyol, Oscar Bruzon, siap menorehkan pencapaian yang lebih spektakuler.

Jalan menuju singgasana juara jelas tak enteng, mengingat tim yang bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, tersebut akan berhadapan dengan tim-tim kakap macam Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, plus juara bertahan tiga musim beruntun, Persib Bandung.


Peningkatan Fisik

Ilustrasi Bhayangkara FC. (Bola.com/AI)

Itulah mengapa, selain mematangkan taktik serta skema permainan, fisik semua pemain juga digenjot habis. Terlebih lewat pemusatan latihan (TC) di Boyolali.

Terkait peningkatan fisik, The Guardians boleh berbangga. Hal itu dibeberkan Javier Sanchez Florez, pelatih fisik Bhayangkara FC.

Menurut Javier Sanchez Florez, pemain bisa beradaptasi dengan baik terhadap beban latihan intensif selama periode pramusim.

Seluruh program latihan yang dirancang staf kepelatihan dapat dijalankan sesuai rencana tanpa kendala berarti.


Kunci Utama

Fleksibilitas durasi dan variasi materi latihan menjadi kunci utama dalam membangun fondasi fisik tim.

"Kami bekerja sangat baik selama pramusim ini. Para pemain memahami beban kerja dengan baik dan menyesuaikan diri dengan latihan. Kami melatih semua aspek karena memiliki cukup waktu untuk mengerjakan setiap materi," kata Javier Sanchez Florez.

Latihan fisik yang berat memang membuat pemain kelelahan. Itu membuat tim pelatih terus memantau kebugaran masing-masing pemain. 

"Para pemain menunjukkan respons dan performa yang sangat baik terhadap beban kerja ekstra. Namun, di bagian akhir pramusim ini wajar pemain mulai merasa lelah. Oleh karena itu, kami perlu mempertajam kecepatan dan detail-detail kecil agar siap mencapai target tim," imbuh Javier Sanchez Florez.

Berita Terkait