Jose Mourinho Ogah Bicara kepada Media setelah Real Madrid Tekuk Villarreal, Ini Alasannya

Jose Mourinho pilih bungkam setelah Real Madrid tekuk Villarreal, mengapa?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Oktober 2026, 09:45 WIB
Pelatih kepala Real Madrid, Jose Mourinho, duduk di bangku cadangan sebelum pertandingan sepak bola La Liga antara Real Madrid dan Villarreal di Madrid, Spanyol, Minggu (11-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho kembali memperlihatkan karakter khasnya setelah Real Madrid mengalahkan Villarreal dengan skor 1-0, Minggu (11-10-2026) dini hari WIB.

Pelatih berusia 63 tahun itu memilih tidak menghadiri sesi wawancara seusai pertandingan karena khawatir emosinya terhadap keputusan wasit sulit dikendalikan.

Advertisement

Sikap Mourinho itu tak lepas dari insiden yang melibatkan Vinicius Junior.

Penyerang asal Brasil tersebut mendapat kartu merah setelah kedapatan menarik rambut Nathan Saliba dalam rangkaian serangan yang berujung pada golnya yang dianulir.

Keputusan wasit dinilai tepat karena tindakan menarik rambut masuk kategori perilaku kekerasan berdasarkan Hukum 12 dalam Laws of the Game IFAB.

Vinicius pun diperkirakan absen saat Real Madrid menghadapi Barcelona dalam laga El Clasico dua pekan mendatang, dengan potensi hukuman larangan bermain selama tiga pertandingan.


Alasan Mourinho

Wasit Isidro Escuderos mengacungkan kartu merah kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Junior (kedua dari kiri), dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Villarreal di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (11/10/2026) dini hari WIB. (Oscar Del Pozo / AFP)

Menurut Mundo Deportivo dan The Athletic, Mourinho memberi tahu pejabat klub setelah pertandingan dirinya tidak akan berbicara kepada media.

Ia khawatir kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit akan memengaruhi pernyataannya di hadapan wartawan.

"Saya ingin berada di sana saat menghadapi Sevilla dan Barca," demikian pernyataan Mourinho yang dilaporkan kedua media tersebut.

Mourinho tampaknya tidak ingin mengambil risiko mendapat hukuman tambahan yang membuatnya absen dalam pertandingan penting.

Sebelumnya, ia sempat merayakan gol Vinicius dengan berlari di sepanjang garis lapangan, tetapi kemenangan Madrid akhirnya diwarnai insiden kartu merah sang penyerang.

Sikap Mourinho juga sejalan dengan pendekatannya yang kerap membangun semangat tim melalui narasi bahwa klubnya menghadapi tekanan dari berbagai pihak.


Strategi Mourinho

Pemain Real Madrid Yan Diomande mencetak gol dalam laga La Liga antara Real Madrid vs Villarreal di Madrid, Spanyol, Sabtu, 10 Oktober 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Sports Illustrated (SI) menulis, strategi itu kembali muncul ketika Madrid berusaha mengejar Barcelona yang tampil dominan di Liga Spanyol.

Barcelona, yang dilatih Hansi Flick, kembali meraih kemenangan pada akhir pekan dan unggul enam poin atas Madrid.

Atletico Madrid juga terus menjaga posisi mereka setelah mencatatkan kemenangan liga keempat secara beruntun sehingga masih unggul satu poin dari rival sekotanya tersebut.

Kemenangan atas Villarreal tetap penting bagi Madrid karena El Submarino Amarillo finis di peringkat ketiga Liga Spanyol musim lalu.

Namun, Los Blancos belum menunjukkan tanda-tanda kuat bahwa mereka mampu menggulingkan Barcelona dari puncak persaingan.


Periode Krusial

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe dan Vinicius Junior merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Barcelona tampil dengan intensitas tinggi saat tidak menguasai bola, permainan kombinasi yang padu, serta kontribusi Lamine Yamal di sisi kanan. Sebaliknya, Madrid masih dinilai belum memiliki permainan kolektif yang solid dan kerap bergantung pada kemampuan individu para pemainnya.

Vinicius juga sedang melewati periode sulit. Sementara, Kylian Mbappe masih kerap membuat suporter frustrasi, meski memiliki catatan gol yang impresif.

Belum terlihat bukti kuat dua bintang tersebut sudah mampu membangun kombinasi yang konsisten untuk membawa Madrid tampil sebagai tim pemenang.

Madrid kini menghadapi periode krusial. El Clasico menjadi perhatian utama, tetapi mereka juga harus menjaga fokus untuk menghadapi Roma dan RB Leipzig di Liga Champions.

Sevilla dan Racing Santander turut menanti dalam jadwal berikutnya sehingga Madrid tidak bisa hanya memusatkan perhatian pada persaingan melawan Barcelona.

 

Sumber: SI

Berita Terkait