Bola.com, Jakarta - Manchester City menelan kekalahan pertama di Premier League musim ini setelah takluk dari Aston Villa.
Keputusan Enzo Maresca melakukan pergantian pemain pada jeda pertandingan turut disorot, terutama karena tidak memainkan Ayyoub Bouaddi yang dinilai bisa membantu lini tengah.
Manchester City tidak sering berada dalam posisi tertinggal sejak Enzo Maresca menangani tim. Namun, ketika situasi itu terjadi, sang manajer tak ragu mengambil keputusan berani untuk mengubah jalannya pertandingan.
Hal itu terlihat saat Man City menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions awal bulan ini. Ketika tertinggal 0-3, Maresca melakukan tiga pergantian pemain sekaligus.
Keputusan itu terbukti mampu mengubah momentum dan membuat The Citizens tampil lebih baik.
Enzo Maresca kembali melakukan perubahan ketika City menghadapi Aston Villa pada Sabtu (24/10/2026).
Setelah kebobolan lebih dahulu pada awal pertandingan, Man City berusaha memberikan respons.
Mereka bahkan memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan melalui Iliman Ndiaye, tetapi bola masih membentur tiang gawang.
Phil Foden Masuk, Ayyoub Bouaddi Justru Tetap di Bangku Cadangan
Saat jeda pertandingan, Maresca memutuskan melakukan dua pergantian pemain. Satu pemain yang ditarik keluar adalah Rayan Cherki, seperti yang terjadi ketika City menghadapi PSG.
Namun, kali ini Maresca memilih memasukkan Phil Foden, bukan Ayyoub Bouaddi seperti yang dilakukannya dalam pertandingan melawan PSG di Etihad Stadium.
Secara teori, keputusan tersebut cukup masuk akal. Foden merupakan pemain kreatif yang diharapkan mampu memberikan lebih banyak ancaman bagi pertahanan Aston Villa.
Meski demikian, keputusan itu tetap mengundang tanda tanya, mengingat Foden tidak menjadi starter meski mencetak hattrick pada pertandingan tengah pekan.
Kehadiran Foden ternyata tidak menyelesaikan persoalan utama yang dihadapi City. Mereka masih kesulitan menguasai lini tengah dalam pertandingan yang berlangsung terbuka dan penuh intensitas.
Lini Tengah Man City Kehilangan Keseimbangan
Duet Elliot Anderson dan Enzo Fernandez sebelumnya tampil sangat baik. Kedua pemain itu menunjukkan performa solid saat menghadapi Manchester United dan Liverpool.
Namun, ketika melawan Aston Villa, City kembali mengalami masalah dalam perebutan kendali lini tengah.
Situasi itu mengingatkan pada pertandingan melawan PSG, ketika lawan mampu memanfaatkan ruang dan memenangkan sejumlah duel penting di area tengah lapangan.
Dalam kondisi seperti itu, Manchester City membutuhkan tambahan pemain di lini tengah untuk meningkatkan kekuatan dalam perebutan bola.
Bouaddi dinilai bisa memberikan opsi tersebut, tetapi Maresca justru membiarkannya tetap berada di bangku cadangan.
Keputusan itu menjadi salah satu hal yang patut dievaluasi setelah City gagal menghindari kekalahan.
Perubahan pemain yang berhasil mengubah keadaan saat menghadapi PSG tidak selalu akan memberikan dampak serupa dalam pertandingan berikutnya.
Maresca Akui Manchester City Harus Belajar dari Kekalahan
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Maresca menjelaskan alasan di balik pergantian pemain yang dilakukannya, termasuk keputusannya tidak memainkan Bouaddi.
"Saya pikir pertandingan melawan PSG sedikit berbeda," ujar Maresca.
"Hari ini kami membutuhkan gelandang yang memiliki kemampuan teknis. Itulah alasan Rayan keluar dan Phil masuk. Tidak diragukan lagi Ayyoub akan membantu kami."
"Hari ini Enzo dan Elliot sama-sama tampil sangat baik, dan kami memiliki begitu banyak pertandingan sehingga Ayyoub akan mendapatkan menit bermain," lanjutnya.
Maresca dikenal sebagai pelatih yang jarang mengkritik pemainnya secara terbuka setelah kekalahan, sebagaimana kebiasaan yang juga kerap dikaitkan dengan Pep Guardiola.
Meski demikian, pelatih Man City itu mengakui timnya harus mengambil pelajaran dari kekalahan melawan Aston Villa.
Evaluasi itu semestinya tidak hanya menyangkut performa para pemain, tetapi juga keputusan taktis yang diambil sepanjang pertandingan.
Tidak memainkan Bouaddi bisa menjadi salah satu keputusan yang perlu ditinjau kembali.
Perubahan drastis Maresca memang mampu menghasilkan kebangkitan mengesankan saat menghadapi PSG, tetapi kali ini ia dinilai mengabaikan salah satu faktor yang sebelumnya membantu City memperbaiki permainan.
Sumber: Manchester Evening News