Francesco Bagnaia Terpuruk di Sepang, Singgung Perubahan Misterius di Motor Ducati

Pecco Bagnaia finis ke-13 di MotoGP Malaysia 2026. Ia menyinggung solusi teknis yang pernah membantunya kembali kompetitif, tetapi kini disebut tak lagi tersedia.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 02 November 2026, 18:15 WIB
Pembalap Italia dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia (kanan), dan pembalap Prancis dari tim Monster Energy Yamaha MotoGP, Fabio Quartararo (kiri), mengendarai sepeda motor mereka dalam ajang MotoGP Grand Prix Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Sepang, pada 1 November 2026. (MOHD RASFAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Francesco Bagnaia mengalami akhir pekan yang sulit di MotoGP Malaysia, akhir pekan lalu. Pembalap Ducati itu hanya mampu finis di posisi ke-13, terpaut 32,9 detik dari Marc Marquez yang memenangi balapan.

Hasil tersebut berbeda jauh dari penampilannya di Sepang musim lalu. Saat itu, Bagnaia meraih pole position, memenangi Sprint, dan masih bersaing untuk merebut kemenangan Grand Prix sebelum mengalami kebocoran ban.

Advertisement

Performa Bagnaia pada balapan kali ini juga tecermin dari catatan waktu lap terakhirnya. Ia membukukan 2 menit 5,1 detik, lebih dari 4,5 detik di atas waktu terbaiknya sendiri yang dicatatkan lebih awal dalam race.

Bagnaia menyebut kondisi tersebut sulit dipercaya, mengingat kemampuannya di Sirkuit Sepang.

"Batas saya hari ini adalah daya cengkeram. Setelah lima lap, saya sudah kehilangan ban belakang dan harus mulai memikirkan bagaimana menyelesaikan balapan," ujar Bagnaia.


Kesulitan Bagnaia

Pembalap MotoGP Spanyol dari tim BK8 Gresini Racing MotoGP, Alex Marquez (tengah kiri), bermanuver di depan pembalap MotoGP Italia dari Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia (tengah kanan), pada Grand Prix MotoGP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Sepang, pada 26 Oktober 2025. Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Ia juga mengakui keberuntungan berpihak kepadanya pada hari sebelumnya ketika hujan turun. Namun, kondisi saat balapan utama membuatnya harus berjuang untuk sekadar mencapai garis finis.

"Lap terakhir dengan waktu 2 menit 5,1 detik, bagi saya, sesuatu yang luar biasa. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan di sini," katanya.

Bagnaia menegaskan dirinya harus menerima situasi tersebut dan berupaya maksimal dalam tiga seri tersisa.

Dalam wawancara dengan Sky Italia, ia juga mengungkapkan kesulitan mengendalikan motor pada akhir balapan.

"Saya bahkan tidak bisa menyentuhkan lutut saat melewati tikungan kanan," ungkapnya.


Pernyataan Misterius

Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, berhasil meraih podium juara pada sprint race MotoGP Jepang 2025 di Sirkuit Motegi, Sabtu (27/9/2025) pagi WIB. (AFP/Toshifumi KITAMURA)

Di luar persoalan daya cengkeram, Bagnaia kemudian menyampaikan pernyataan misterius mengenai perubahan pada motor Ducati.

Ia merujuk pada sesuatu yang terjadi sebelum meraih dua kemenangan di Motegi musim lalu, tetapi menurutnya kini sudah tidak ada lagi.

Bagnaia menepis anggapan masalahnya saat ini hanya berkaitan dengan setelan motor atau kalibrasi elektronik.

Menurutnya, mengubah tenaga motor, bahkan dalam skala besar, tidak memberikan solusi. Ia menyebut persoalan tersebut terus muncul sepanjang musim ini.

Pembalap Italia itu mengatakan situasi serupa juga terjadi pada musim lalu.


Jawaban Tardozzi

Pimpinan Eksekutif Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, mengamati situasi dari area pit saat sesi latihan bebas menjelang Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 8 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Namun, saat tes di Misano dan balapan di Jepang, ada perubahan lain di luar penyesuaian setelan dan kalibrasi yang membuatnya bisa kembali mengendarai motor dengan baik.

"Sayangnya, sekarang hal itu tampaknya sudah tidak ada lagi, seperti sejak balapan setelah Jepang tahun lalu," ujar Bagnaia.

Ketika diminta menjelaskan mengapa perubahan tersebut tak lagi tersedia, Bagnaia memilih tidak mengungkapkannya lebih jauh.

"Mari kita tidak membahas detailnya," ucapnya.

Manajer Ducati, Davide Tardozzi, mengaku tidak mengetahui hal yang dimaksud Bagnaia. Ia menyatakan tim telah berupaya melakukan berbagai hal, tetapi belum menemukan solusi yang dibutuhkan sang pembalap.

"Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang dia maksud. Kami sudah melakukan semua yang bisa dilakukan, tetapi sayangnya belum menemukan apa yang dia butuhkan," kata Tardozzi.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait