VR46 Ungkap Masalah Kecepatan Fabio Di Giannantonio di MotoGP Malaysia

Fabio Di Giannantonio merasa motornya sudah kompetitif, tetapi kehilangan kecepatan di trek lurus. VR46 dan Ducati masih menyelidiki penyebabnya.

Bola.com, Jakarta - Fabio Di Giannantonio belum bisa menunjukkan potensi maksimal bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team pada MotoGP Malaysia 2026.

Meski finis kelima dalam Sprint Race di Sirkuit Sepang, pembalap Italia itu mengaku ada masalah yang menghambat performanya. Kemudian pada saat balapan utama, ia finis di posisi kedelapan. 

Manajer tim VR46, Pablo Nieto, mengonfirmasi kendala utama yang dialami Di Giannantonio adalah kecepatan puncak di lintasan lurus. Menurutnya, motor Di Giannantonio kehilangan sekitar 7–8 km/jam dibandingkan kecepatan yang diharapkan.

“Ini pertanyaan bagus, karena memang aneh. Kami kehilangan sekitar 7–8 km/jam di semua lintasan lurus. Di trek seperti ini, itu sangat besar,” kata Nieto, seperti dikutip Crash, Minggu (1/11/2026).

Nieto mengatakan VR46 sedang bekerja bersama Ducati untuk mencari penyebabnya. Meski seluruh mesin yang digunakan disebut sama, tim belum menemukan sumber masalah tersebut.

“Kami belum tahu penyebabnya. Mungkin aerodinamika, mungkin posisi pembalap, mungkin mesin. Kami belum tahu,” ujarnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Di Giannantonio Merasa Motornya Kompetitif

Di Giannantonio sebelumnya menyebut puas dengan pengembangan motor sepanjang akhir pekan di Sepang. Ia merasa setelan Ducati terus membaik, tetapi ada faktor lain yang membuatnya belum bisa tampil maksimal.

“Motornya sangat bagus. Sayang, ada hal lain yang saat ini tidak memungkinkan kami menunjukkan potensi sebenarnya,” kata Di Giannantonio setelah Sprint Race, dilansir dari Crash, Minggu (1/11/2026).

Pembalap bernomor 49 itu menolak menjelaskan secara terbuka kendala yang dimaksud. Ia hanya menyebut masalah tersebut bisa terlihat melalui data dan analisis tim.

Di Giannantonio memulai Sprint Race dari posisi keenam dan menyelesaikan balapan di urutan kelima. Ia finis lebih dari lima detik di belakang pemenang, Pedro Acosta.

Kendala juga terasa di Australia

Nieto mengatakan kehilangan kecepatan tidak hanya terjadi di Malaysia. VR46 juga merasakan hal serupa pada seri Australia, meski karakter Sirkuit Phillip Island berbeda dengan Sepang.

Menurut Nieto, trek lurus panjang di Sepang membuat kekurangan tersebut lebih terasa dan berpotensi menyulitkan Di Giannantonio saat mencoba menyalip.

Sumber: Crash

 

Video Populer

Foto Populer