Serangan Militer AS ke Iran Picu Kritik, Gianni Infantino Tegaskan Trump Tetap Pegang FIFA Peace Prize

Gianni Infantino menegaskan Donald Trump tetap memegang FIFA Peace Prize, meski tuai kritik.

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pernyataan tegas pada awal Februari setelah muncul desakan agar penghargaan perdamaian yang diberikan kepada Donald Trump dicabut.

Trump menerima FIFA Peace Prize edisi perdana saat undian Piala Dunia 2026 di Washington, D.C. pada Desember lalu, setelah badan sepak bola dunia itu menyatakan bahwa ia diakui "atas upaya tak kenal lelah dalam mempromosikan perdamaian".

Dalam sambutannya saat penyerahan penghargaan tersebut, Infantino mengatakan bahwa dunia membutuhkan pemimpin yang peduli terhadap orang-orang dan mampu menyatukan umat manusia.

Penghargaan tersebut memicu kritik luas, terutama setelah Trump terlibat dalam sejumlah keputusan kebijakan luar negeri yang dipandang kontroversial.

Kritikus menilai pemberian trofi, sebuah penghargaan yang baru dibuat, mencederai netralitas FIFA dan membingungkan tujuan olahraga dengan politik.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Penegasan Infantino

Saat diwawancarai baru-baru ini oleh Sky's Yalda Hakim, Infantino kembali menegaskan sikapnya mengenai penghargaan itu, sekaligus menanggapi desakan agar gelar itu dicabut.

Infantino tidak berubah pendirian dan tetap menyatakan bahwa Trump layak menerima penghargaan tersebut.

"Secara objektif, dia pantas mendapatkannya," kata Infantino saat membahas peran Trump dalam upaya mencapai gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

"Dia memiliki peran penting dalam menyelesaikan konflik dan menyelamatkan nyawa, menyelamatkan ribuan nyawa," ujarnya, sebagaimana dilaporkan The Guardian.

Kritik Meluas

Meski demikian, pemberian FIFA Peace Prize kepada Trump tidak hanya menuai kritik dari kalangan publik dan pengamat olahraga.

Sebuah organisasi advokasi global, FairSquare, telah mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etik FIFA, menilai tindakan tersebut melanggar prinsip netralitas politik organisasi.

Mereka menyoroti keterlibatan Infantino dalam proses pemberian penghargaan dan hubungannya yang dekat dengan Trump, bahkan sampai isu pencalonan untuk Nobel Peace Prize.

Operasi Militer AS

Persoalan ini terus menarik perhatian karena Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, satu di antara negara yang baru-baru ini menjadi pusat ketegangan geopolitik.

Pada saat yang sama, Trump dan Infantino juga dijadwalkan bersama-sama menyerahkan trofi Piala Dunia kepada tim juara pada 19 Juli mendatang, sebuah momen yang sudah diumumkan sebelumnya oleh Infantino pada Januari lalu.

Infantino mengatakan bahwa trofi tersebut akan diserahkan kepada kapten tim yang memenangkan turnamen "bersama Presiden Amerika Serikat, tuan rumah negara tersebut.

"Tidak ada yang bisa menyentuh trofi ini," ujarnya.

Pada Sabtu (28-2-2026), Amerika Serikat bersama Israel telah melakukan aksi militer ke Iran. Trump menyebut operasi tersebut sebagai "operasi tempur besar".

Sebelumnya, pada awal Januari, Trump memerintahkan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer