Deretan Kiper Gagal Move On usai Lakukan Blunder Fatal Seperti Kinsky: Ada Eks Penjaga Gawang Liverpool

Jika Antonin Kinsky mencari inspirasi untuk membangun kembali kariernya di Tottenham, dia tidak akan menemukannya pada artikel sini.

Bola.com, Jakarta - Jika Antonin Kinsky mencari inspirasi untuk membangun kembali kariernya di Tottenham, dia tidak akan menemukannya pada artikel sini.

Deretan kiper yang masuk artikel ini tidak pernah bangkit usai melakukan kesalahan-kesalahan fatal. Bbanyak yang menertawakan sepak terjang Antonin Kinsky saat Tottenham melawan Atletico Madrid di ajang Liga Champions. 

Namun banyak juga yang memberikan dukungan untuk Antonin Kinsky segera bangkit, bahkan dari teman satu profesi sebagai kiper. 

Dari David De Gea sampai Thibaut Courtois memberikan support untuk kiper berusia 22 tahun tersebut. Tegakkan kepala Kinsky, meski bangkit kembali dari aib seperti itu akan sulit.

Apalagi sudah ada contoh dari beberapa kiper yang sangat sulit bangkit usai melakukan blunder fatal. Siapa saja mereka? Yuk scroll ke bawah untuk mengetahuinya.

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Loris Karius

Kita mulai dengan yang paling jelas, kiper yang seakan mendapat kutukan: Loris Karius. Liverpool mengabaikan tanda-tanda peringatan bahwa Karius mungkin bukan kiper kelas atas yang dibutuhkan untuk ambisi mereka pada musim 2017/18.

Kiper asal Jerman itu direkrut di awal musim sebelumnya, setelah itu ia akhirnya memenangkan persaingan untuk posisi kiper utama mengalahkan Simon Mignolet. 

Siapa pun di Liverpool kala itu benar-benar percaya bahwa Karius akan menjadi kiper nomor 1 selama bertahun-tahun mendatang.

Sejumlah kesalahan, beberapa yang berakibat fatal, membuat Karius pergi ke Kiev untuk final Liga Champions 2018 dalam kondisi yang kurang baik.

Benar saja Karius melakukan blunder konyol saat umpannya yang meleset dibaca dan dicegat oleh striker Real Madrid, Karim Benzema.

Setelah peluit akhir berbunyi, Karius menangis, permintaan maafnya sebagian besar tidak didengarkan. Setelah itu, Karius tidak pernah lagi bermain untuk Liverpool, menyelesaikan sisa kontraknya sebagian besar dengan status pinjaman di Besiktas dan Union Berlin.

Scott Carson dan Rob Green

Dua kiper Inggris ini dikelompokkan bersama di sini karena kisah mereka hampir identik. Scott Carson memanfaatkan performa buruk Paul Robinson untuk menjadi kiper nomor 1 Timnas Inggris pada akhir kualifikasi Euro 2008.

Yang harus dilakukan Inggris hanyalah menghindari kekalahan melawan Kroasia di Wembley pada November 2007. Namun Carson membuat Steve McClaren kehilangan pekerjaan sebagai pelatih.

Carson membiarkan tendangan spekulatif Niko Kranjcar dari jarak 30 yard lolos dari genggamannya dan ia kembali kebobolan enam menit kemudian. The Three Lions pun gagal lolos ke putaran final Euro.

Usai laga itu, Carson tidak pernah lagi menjadi starter untuk Inggris, dua penampilan berikutnya datang sebagai pemain pengganti dalam pertandingan persahabatan.

Green mengalami nasib serupa setelah kesalahan serupa melawan AS di Piala Dunia 2010. Ia langsung dicoret oleh Fabio Capello dan harus menunggu hampir dua tahun untuk penampilan terakhirnya dalam pertandingan persahabatan sebelum Euro 2012.

Jim Leighton

Banyak yang mungkin mengharapkan Massimo Taibi menjadi perwakilan Manchester United di sini, tetapi pemain Italia itu diberi kesempatan untuk menebus kesalahannya yang paling terkenal.

Taibi membiarkan bola hasil tendangan keras Matt Le Tissier melewati kakinya di Old Trafford. Sir Alex Ferguson menurunkan Taibi minggu berikutnya di Chelsea, di mana ia kebobolan lima gol.

Namun nasib Jim Leighton tidak pernah mendapat kesempatan lagi seperti Taibi. Hubungannya dengan Ferguson sangat buruk. 

Hubungan mereka tidak pernah pulih setelah Ferguson dengan kejam mencoret Leighton dari pertandingan ulangan final Piala FA 1990.

Ferguson menyalahkan Leighton atas dua dari tiga gol Palace di final pertama, dan memasukkan Les Sealey secara tiba-tiba. Ferguson kemudian menjelaskan pemikirannya: “Apakah dia kiper yang lebih baik daripada Jim? Tidak, tetapi dia berpikir begitu, dan itu terkadang penting."

Memang benar. Sealey tampil solid sambil menjaga gawangnya tetap clean sheet. Ia menjadi pahlawan dan Ferguson akhirnya berhasil di MU, tetapi hubungannya dengan Leighton hancur selamanya.

Kiper Skotlandia itu bermain sekali lagi untuk MU, dalam pertandingan Piala Liga di Halifax, dan setelah dua tahun terpuruk sebagai pilihan keempat di Old Trafford, ia kembali ke utara perbatasan dan membangun kembali kariernya.

Tetapi rasa dendam antara dia dan Fergie sangat dalam. “Kami tidak pernah berbicara lagi sejak saat itu dan tidak akan pernah melakukannya lagi,” kata Leighton pada tahun 2018.

Sumber: Football365

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer