Tekel Horor Mawissa Bikin Uche Terancam Absen Semusim, FIFA Didesak Ubah Aturan

Christantus Uche cedera parah akibat tekel Christian Mawissa, FIFA didesak buat aturan baru.

Bola.com, Jakarta - Cedera serius yang dialami Christantus Uche dalam laga pramusim Getafe kontra AS Monaco memunculkan desakan agar FIFA mengubah aturan mengenai hukuman terhadap pemain yang melakukan tekel berbahaya.

Sejumlah pengguna media sosial mengusulkan agar pemain yang membuat lawannya cedera melalui tekel ceroboh atau dengan kekuatan berlebihan tidak hanya menerima kartu merah.

Mereka ingin masa hukuman pemain tersebut disesuaikan dengan waktu yang dibutuhkan korban untuk kembali bermain.

Desakan itu muncul setelah Uche mengalami cedera parah dalam pertandingan di Stade Louis-II, Kamis lalu.

Penyerang Getafe asal Nigeria tersebut harus meninggalkan lapangan setelah mendapat tekel terlambat dari bek Monaco, Christian Mawissa.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Cedera Serius

Uche sedang berlari di sisi lapangan ketika Mawissa menerjang dan mengenai bagian tulang keringnya. Tekel tersebut membuat Uche terjatuh dengan posisi telentang dan terlihat kesakitan.

Wasit kemudian langsung memberikan kartu merah kepada Mawissa. Tim medis Getafe masuk ke lapangan untuk memberikan perawatan sebelum Uche akhirnya ditarik keluar karena tidak mampu melanjutkan permainan.

Cedera yang dialami mantan pemain Crystal Palace itu ternyata jauh lebih serius daripada perkiraan awal.

Pemeriksaan pertama menunjukkan adanya memar pada tempurung lutut, tetapi pemeriksaan lanjutan mendapati lutut pemain berusia 23 tahun itu mengalami dislokasi disertai sejumlah robekan ligamen.

Uche pun membutuhkan operasi. Getafe juga memastikan bahwa cedera tersebut membuatnya diperkirakan tidak dapat bermain sepanjang musim.

Reaksi Netizen

Kondisi itu kemudian memicu perdebatan di media sosial mengenai hukuman bagi pemain yang melakukan tekel hingga menyebabkan cedera serius.

Express menghimpun beberapa komentar di antaranya.

"Menurut berbagai surat kabar, Uche akan melewatkan seluruh musim bersama Getafe karena tekel kriminal Mawissa (Monaco) dalam pertandingan persahabatan. Lututnya hancur. Mawissa seharusnya tidak bermain sampai Uche pulih," tulis seorang pengguna.

"Seharusnya ada aturan FIFA. Siapa pun yang mencederai pemain lain melalui tekel ceroboh atau dengan kekuatan berlebihan harus diskors dari semua kompetisi sampai pemain yang cedera kembali bermain. Selama periode itu, mereka menerima gaji minimum di liganya," tulis pengguna lain.

Pendapat senada disampaikan pengguna lainnya. "Sungguh memalukan. Dia seharusnya diskors selama pemain tersebut membutuhkan waktu untuk pulih. Saya setuju dengan itu."

Ada pula yang menilai klub Mawissa perlu ikut bertanggung jawab atas proses pemulihan Uche.

"Monaco harus membayar seluruh rehabilitasi Uche dan membebankannya kepada Mawissa. Hal-hal seperti ini harus dihukum berat, meskipun tidak disengaja."

Kritik berikutnya menyoroti hukuman yang dinilai terlalu ringan jika dibandingkan dengan dampak cedera yang ditimbulkan.

"Kapan mereka akan menghapus proporsionalitas antara tekel, cedera, dan sanksi, dengan hukuman yang diberikan secara satu banding satu, yakni pemain dihukum dan dilarang bermain sampai pemain yang cedera kembali? Sudah cukup dengan hukuman yang terlalu ringan," tulis seorang pengguna.

Simpati untuk Uche

Pertandingan Monaco melawan Getafe berakhir 1-0 untuk tuan rumah. Paris Brunner mencetak satu-satunya gol melalui eksekusi penalti pada babak kedua.

Di tengah sorotan terhadap tekel Mawissa, pelatih Monaco, Filipe Luis, menyampaikan simpatinya kepada Uche dan Getafe.

"Saya benar-benar turut prihatin atas apa yang dialami Christantus Uche. Kami tidak pernah ingin melihat hal seperti ini terjadi di lapangan. Saya mendoakan pemulihan yang cepat dan berharap dia bisa kembali secepat mungkin," ujar Filipe Luís kepada media.

Getafe kemudian membalas pernyataan tersebut dengan mengapresiasi perhatian yang diberikan Filipe Luis dan Monaco kepada Uche.

"Terima kasih kepada Filipe Luís dan @AS_Monaco atas perhatian serta perlakuan yang diberikan kepada pemain kami, Christantus Uche. Kami mendoakan yang terbaik untuk musim 2026/2027," tulis Getafe.

 

Sumber: Express

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer