AC Milan Era Ruben Amorim Dinilai Belum Punya Identitas

AC Milan kalah 0-3 dari Chelsea di pramusim ketiga. Gazzetta: tur Australia-Indonesia harusnya lebih baik. Identitas permainan belum jelas, Amorim perlu merampi

Bola.com, Jakarta - AC Milan menutup laga persahabatan pramusim ketiganya dengan kekalahan 0-3 dari Chelsea. Hasil ini menegaskan pekerjaan besar menanti Ruben Amorim sebelum musim 2026/2027 dimulai.

Gazzetta dello Sport, dikutip oleh SempreMilan, menilai Rossoneri semestinya bisa meraih hasil lebih baik dari tur di Australia dan Indonesia. Kekalahan dari Chelsea justru menyorot sejumlah masalah yang belum terselesaikan.

Lorenzo Torriani melakukan beberapa penyelamatan penting untuk mencegah skor lebih besar, sementara beberapa peluang Chelsea juga membentur tiang.

Di luar hasil, permainan AC Milan belum menunjukkan identitas yang jelas, terutama saat membangun serangan dan menerapkan tekanan tinggi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Evaluasi Tur dan Pekerjaan Mendesak

Kinerja AC Milan sepanjang tur pramusim di Australia dan Indonesia mendapat sorotan. Menurut Gazzetta dello Sport, rangkaian uji coba tersebut mestinya menghadirkan sinyal kemajuan, bukan kian membuka daftar pekerjaan rumah. Laga ketiga kontra Chelsea berakhir 0-3 dan memperlihatkan celah yang masih lebar antara rencana dan eksekusi.

Di lini pertahanan, penyelamatan beruntun dari Lorenzo Torriani berperan menahan laju kebobolan. Selain itu, AC Milan diuntungkan oleh beberapa momen ketika upaya Chelsea hanya mengenai tiang, yang turut mencegah kekalahan menjadi lebih telak.

Namun isu utama tidak berhenti pada skor. Identitas permainan yang diharapkan dari tim asuhan Ruben Amorim belum terlihat konsisten, baik dalam organisasi serangan dari belakang maupun koordinasi pressing di area tinggi. Ini menjadi sinyal bahwa fondasi permainan masih perlu dimatangkan.

Taktik dan Tekanan Tinggi yang Belum Sinkron

AC Milan mencoba menjalankan tekanan tinggi sesuai prinsip permainan Ruben Amorim. Pendekatan agresif tersebut kerap membuka ruang besar di lini belakang, yang dengan cepat dimanfaatkan lawan untuk menyerang balik dan menciptakan peluang.

Penguasaan bola juga belum stabil meski ada Luka Modric di lini tengah. Saat membangun serangan dari belakang, aliran bola terlihat minim kreativitas sehingga progresi ke sepertiga akhir jarang efektif. Pola ini membuat Rossoneri kesulitan mengontrol ritme.

Di sektor depan, Rafael Leao belum memberikan pengaruh besar pada pertandingan tersebut. AC Milan bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, sementara masuknya Goncalo Ramos tidak mampu mengubah keadaan. Meski statusnya laga uji coba, kebutuhan akan perubahan menjadi semakin mendesak agar tim tampil lebih siap saat kompetisi dimulai.

Kekalahan ini memang bukan tragedi, tetapi menjadi pengingat bahwa penyelarasan taktik—khususnya pressing dan build-up—harus dipercepat. Tanpa perbaikan signifikan, identitas permainan akan terus kabur dan efisiensi serangan sulit meningkat.

Seleksi Skuad Menjelang Laga Pembuka

Ruben Amorim telah memberi menit bermain kepada hampir seluruh pemain selama pramusim. Fase berikutnya menuntut keputusan tegas: menentukan siapa yang paling sesuai dengan rencananya agar struktur tim lebih jelas dan eksekusi taktik lebih mulus.

Beberapa pemain internasional bergabung terlambat, sedangkan sejumlah pilar masih mengalami cedera. Kondisi ini membuat Amorim belum bisa menurunkan komposisi terbaik, yang pada akhirnya memperlambat pembentukan pola permainan utama.

Saat menghadapi Chelsea, Amorim menurunkan dua tim yang seimbang untuk mengevaluasi seluruh skuad. Pendekatan itu membantu proses seleksi, tetapi membuat penerapan taktik berjalan lebih lambat karena kontinuitas antar lini belum terjaga optimal.

AC Milan kini perlu merampingkan skuad dan mengambil keputusan penting agar kerangka inti segera terbentuk. Amorim membutuhkan kelompok pemain yang lebih terdefinisi sebelum menghadapi laga pembuka melawan Torino, sehingga tim memasuki musim 2026/2027 dengan identitas dan arah permainan yang tegas.

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer