Sukses


Persebaya Pilih Kontrak Rumah Dibanding Rebut Mes Karanggayam

Bola.com, Surabaya - Meski status Persebaya mendapat pengakuan dari PSSI, sampai saat ini tim yang saham mayoritasnya dimiliki Gede Widiade itu tidak bisa menempati mes Persebaya di Jalan Karanggayam No 1, Surabaya. Mereka pun harus tinggal di mes sewaan berlokasi di Jemursari, Surabaya. Markas legendaris Tim Bajul Ijo yang jadi saksi bisu lahirnya banyak pesepak bola top asal Surabaya dikuasai suporter pendukung Persebaya 1927.

Beberapa kali manajemen Persebaya ISL itu berusaha menempati Wisma Eri Irianto, namun berulang kali pula gagal. Selain kukuhnya upaya Bonek pendukung Persebaya 1927 yang menduduki mes tersebut, petinggi Persebaya memilih mengalah. Mereka tak ingin terjadi gesekan horizontal di level akar rumput.

CEO Persebaya Gede Widiade menyatakan, ia tak mau terjadi bentrok sesama masyarakat Surabaya hanya untuk memperebutkan Wisma Eri Irianto. “Kami tidak perlu pakai otot. Biar mereka pakai mes karanggayam, kami masih bisa sewa sendiri,” jelasnya.

Gede sendiri harus merogoh kocek sebesar Rp 150 juta pertahun untuk menyewa rumah di Jemursari dan digunakan sebagai mes sekaligus sekretariat Persebaya. Karena kontraknya selama tiga tahun, total biaya sewa yang harus ia keluarkan sebesar Rp 450 juta. 

Soal anggapan Persebaya ISL tak berani memasuki dan menempati mes tersebut, Gede hanya menanggapi dingin. “Ini bukan soal berani atau tidak. Kalau bicara berani dan tidak, semua orang Surabaya berani. Tapi saya tidak mau, karena mereka juga teman-teman saya,” kata CEO yang juga jadi pengusaha properti itu.

Sengketa dualisme Persebaya sampai saat ini belum tuntas. Persebaya telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara, menyangkut keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang mengeluarkan mereka dari daftar peserta Indonesia Super League (ISL) 2015. 

BOPI memutuskan Persebaya tidak lolos verifikasi karena bermasalah dalam hal legalitas. Mereka masih bersengketa keabsahan klub dengan Persebaya 1927. Dukungan diberikan Kemenpora ke BOPI.

Sidang PTUN membahas Persebaya digelar Selasa (28/7/2015). BOPI mengklaim menyewa pengacara kondang Elza Syarief untuk menghadapi gugatan Persebaya.

BOPI memilih Elsa karena tak ingin bernasib sama dengan Kemenpora yang baru kalah dari PSSI di PTUN. “Kami tak mau bernasib sama dengan Kemenpora. Kami butuh tenaga profesional layaknya Bu Elza,” kata Heru Nugroho, Sekjen BOPI.

Menurut Heru, Elza ditunjuk karena pengalamannya menangani sengketa sepak bola Tanah Air cukup. Pengacara top yang mewakili keluarga Cendana itu tercatat pernah menjadi kuasa hukum Luis Manuel Blanco, yang dicopot PSSI dari kursi pelatih kepala Timnas Indonesia pada tahun 2013. Elza juga sebelumnya ditunjuk enam bekas anggota Komite Eksekutif PSSI yang dikenai sanksi larangan beraktivitas dalam sepak bola selama 10 tahun. Mereka dituduh memalsukan notula rapat penunjukan pengurus provinsi yang berhak mengikuti Kongres Luar Biasa PSSI di tahun yang sama.

“Kami memperjuangkan hal, biar pengadilan yang memutuskan,” ujar Gede Widiade.

Baca juga :

Liga Dihentikan, Pemain Persebaya Ramai-ramai Main Tarkam

Pelatih Persebaya Nilai Kiprah Pemainnya di SEA Games 2015

Penyerang Asing Persebaya Kepincut Main Tarkam

Video Populer

Foto Populer