Sukses


Hasil Laga Pra PON Zona Papua Terancam Tak Diakui

Bola.com, Jakarta- Babak kualifikasi PON 2016 cabang sepak bola zona Papua yang telah bergulir pada Minggu (4/10/2015) terancam tidak diakui hasilnya. Hal itu dikatakan oleh ketua Tim Transisi Bibit Samad Rianto.

"Pra PON di Papua hasilnya bisa saja tidak diakui karena zona lainnya belum bermain. Tapi kami perlu membicarakan hal ini dengan KONI terlebih dahulu agar lebih jelas bagaimana," kata Bibit saat jumpa pers di kantor Kemenpora Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Padahal seluruh tim yang berada di zona Papua sudah melangsungkan pertandingan di Stadion Mandala, Jayapura. Zona tersebut dihuni oleh empat tim, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Papua Barat sementara ini menjadi pemuncak klasemen dengan raihan tiga poin setelah mengalahkan Maluku 2-0. Sedangkan posisi kedua klasemen ditempati Papua yang di partai pembuka menekuk Maluku Utara dengan skor 4-3.

Bibit mengatakan pihaknya akan mendalami terlebih dahulu soal ini. Sebab menurutnya, surat izin keramain tidak keluar dari Kepolisian RI seperti di zona-zona lainnya. Hal itu berdasarkan surat dari Tim Transisi yang ditembuskan ke Mabes Polri bernomor 175/ TT – KEMENPORA/IX/2015.

"Dari Mabes Polri tidak bisa memberikan izin pertandingan bila tak mendapat rekomendasi dari Tim Transisi," ia menambahkan.

Deputi IV Kemenpora Joko Pekik menyebutkan perbedaan keluarnya surat izin zona Papua dengan zona lainnya karena terjadi salah komunikasi di tingkat Polda. Sebab seharusnya mereka memberikan izin setelah adanya surat dari Tim Transisi.

"Ya, mungkin persepsi dari masing-masing wilayah yang menganggap bahwa surat dari KONI sudah bisa membuat izin keramaian dikasih. Tapi, seharusnya itu tidak keluar bila belum mendapat rekomendasi dari Tim Transisi," ucapnya.

Baca Juga:

Tim Transisi-KONI Putuskan Kualifikasi PON Sepak Bola Ditunda

Bareng Malaysia, Kalimantan Ikuti 'PON' Bentukan Fidel Ramos

Kisruh Pra PON: Laga Pertama Zona Jawa di Semarang Batal

Masa Depan E-Sports yang Menjanjikan di Indonesia

Tutup Video

Video Populer

Foto Populer