Kurniawan Minta Maaf Timnas Indonesia U-17 Gagal ke Semifinal, Jelaskan Alasan Main Counter Attack Lawan Vietnam

Timnas Indonesia U-17 harus mengubur harapan melangkah ke semifinal setelah bermain imbang 0-0 melawan Vietnam U-17. Hasil itu membuat Garuda Muda gagal mencapai target di turnamen, meski sempat memiliki peluang untuk lolos.

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-17 harus mengubur harapan melangkah ke semifinal setelah bermain imbang 0-0 melawan Vietnam U-17. Hasil itu membuat Garuda Muda gagal mencapai target di turnamen, meski sempat memiliki peluang untuk lolos.

Usai pertandingan, pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan timnya. Ia mengakui hasil tersebut mengecewakan, terutama karena peluang menuju semifinal sebenarnya terbuka.

Meski begitu, Kurniawan tetap memberi apresiasi kepada para pemain yang dinilainya sudah bekerja keras sepanjang pertandingan. Menurutnya, tim sudah berusaha menjalankan rencana permainan yang disiapkan untuk menghadapi karakter Vietnam.

Selain menyoroti hasil akhir, Kurniawan juga menjelaskan pendekatan taktik yang dipilih, termasuk alasan Timnas Indonesia U-17 bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kurniawan Akui Gagal, Tapi Tetap Apresiasi Kerja Keras Pemain

Kurniawan membuka pernyataannya dengan menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kegagalan Garuda Muda melaju ke semifinal.

“Secara pribadi, saya mohon maaf atas kegagalan tim kita untuk lolos ke semifinal. Sebenarnya, kita punya peluang untuk mencapai semifinal,” ujar Kurniawan.

Meski hasil tidak sesuai harapan, ia menegaskan perjuangan pemain tetap layak diapresiasi.

“Pada saat yang sama, kami tetap mengapresiasi apa yang sudah dilakukan para pemain. Mereka telah bekerja keras, dan memang kami menyiapkan game plan yang berbeda untuk melakukan perbaikan,” katanya.

 

Kurniawan Jelaskan Alasan Main Counter Attack Lawan Vietnam

Kurniawan juga menjelaskan keputusan memainkan pendekatan berbeda saat menghadapi Vietnam, termasuk memilih strategi counter attack.

Menurutnya, agresivitas Vietnam sejak babak pertama menjadi pertimbangan utama di balik pendekatan tersebut.

“Kami tahu bahwa di babak pertama Vietnam tampil cukup agresif, sehingga kami mencoba menjalankan permainan dengan pendekatan yang sedikit berbeda, yaitu melalui counter attack,” ungkap Kurniawan.

Namun, ia mengakui strategi itu belum berjalan maksimal, terutama dalam penyelesaian saat transisi menyerang.

“Hanya saja, ketika melakukan counter attack, hasilnya belum maksimal,” ujarnya.

Kurniawan menegaskan aspek itu menjadi bahan evaluasi penting bagi tim, terutama menjelang agenda berikutnya di Piala Asia.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami sebelum tampil di Piala Asia,” kata Kurniawan.

Video Populer

Foto Populer