Pemain Tidak Kompak Soal Pemotongan Gaji, Arsenal Krisis Kepemimpinan

Kabar penolakan Ozil tentu saja membuat banyak pihak mengecamnya. Apalagi Ozil punya gaji tertinggi di Arsenal yakni 350 ribu pound sterling per pekan.

Jakarta Legenda Arsenal, Ray Parlour, heran ada kabar kurang menyenangkan terkait pemotongan gaji untuk skuat The Gunners. Ia menyebut krisis kepemimpinan menjadi pangkal masalah selama ini.

Sebelumnya, Arsenal telah mengonfirmasi bahwa skuat tim utama dan manajer Mikel Arteta akan menerima pemotongan gaji di tengah pandemi virus corona covid-19.

Namun, ada tiga pemain yang menolak pemotongan gaji tersebut. Mereka adalah Mesut Ozil dan dua pemain lainnya yang tidak disebutkan namanya.

Ozil dkabarkan ingin terlebih dahulu melihat dampak finansial akibat pandemi COVID-19 sebelum ia menerima pemotongan gaji.

Kabar penolakan Ozil tentu saja membuat banyak pihak mengecamnya. Apalagi Ozil punya gaji tertinggi di Arsenalyakni 350 ribu pound per pekan.

Video

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 2 halaman

Komentar Parlour

"Saya pikir ini hanya masalah kepemimpinan. Masalah sama tak mungkin terjadi di era Tony Adams atau Patrick Vieira," ujar Parlour seperti dilansir Evening Standard.

"Jika ada sosok pemimpin pasti tim akan kompak, satu setuju semua setuju demikian juga baliknya. Tidak mungkin ada pertemuan dengan klub sebelum pemain sepakat," kata Parlour menambahkan.

"Saya pikir ini hal negatif bagi Arsenal. Selain itu nama pemain yang menolak seharusnya semua disebut bukan hanya Ozil."

Sumber: Evening Standard

Disadur dari: Liputan6.com (Adyaksa Vidi/Thomas, published 27/4/2020)

Video Populer

Foto Populer