Mimpi Quadruple Arsenal Hancur, Di Mana Salahnya?

Harapan besar sempat mengiringi langkah Arsenal musim ini. Dalam kurun waktu dua pekan lalu, The Gunners bahkan digadang-gadang mampu meraih quadruple, sebuah pencapaian luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bola.com, Jakarta - Harapan besar sempat mengiringi langkah Arsenal musim ini. Dalam kurun waktu dua pekan lalu, The Gunners bahkan digadang-gadang mampu meraih quadruple, sebuah pencapaian luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, realitas berbicara lain. Dalam waktu singkat, mimpi tersebut runtuh. Kekalahan dari Manchester City di final Carabao Cup menjadi pukulan awal, sebelum akhirnya mereka tersingkir secara dramatis dari Piala FA.

Kali ini, giliran Southampton yang menjadi mimpi buruk. Bermain di St Mary's, Arsenal harus mengakui keunggulan tim yang secara level berada di bawah mereka.

Kekalahan ini menjadi alarm serius bagi skuad asuhan Mikel Arteta. Di tengah musim yang masih menyisakan peluang di Liga Inggris dan Liga Champions, tekanan kini berada di titik tertinggi.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Gol Telat Shea Charles Hancurkan Arsenal

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Southampton tampil penuh determinasi dan mampu unggul lebih dulu melalui gol Ross Stewart di babak pertama.

Arsenal sempat bangkit setelah pemain pengganti Viktor Gyokeres mencetak gol penyeimbang pada menit ke-68. Momentum seolah berpihak kepada tim tamu yang terus menekan.

Namun, drama terjadi di menit ke-85. Shea Charles mencetak gol penentu kemenangan yang membuat publik tuan rumah bersorak dan sekaligus mengubur harapan Arsenal di kompetisi ini.

Kekalahan ini menjadi yang pertama secara beruntun bagi Arsenal musim ini, sekaligus kekalahan kelima mereka sepanjang kampanye 2025/2026.

 

Tekanan Meningkat, Arteta Diminta Jaga Mental Tim

Hasil ini langsung memunculkan pertanyaan besar mengenai mentalitas Arsenal. Dengan dua kompetisi besar yang masih tersisa, mereka harus segera bangkit jika tidak ingin musim ini berakhir tanpa gelar.

Legenda yang pernah membela kedua klub, Theo Walcott, menilai Arsenal tidak boleh membiarkan situasi ini berkembang menjadi krisis.

“Jangan sampai musim mereka lepas begitu saja. Semua yang sudah mereka bangun sepanjang musim ini tidak boleh runtuh karena momen seperti ini. Mereka pernah berada di situasi seperti ini dan tentu tidak ingin mengulanginya,” ujar Walcott.

Ia juga menyoroti adanya energi gugup di pinggir lapangan yang menurutnya berdampak ke performa tim.

“Ada ketegangan yang terlihat jelas. Bukan hanya Arteta, banyak staf ikut bereaksi. Terlihat seperti terlalu banyak instruksi, terlalu banyak pesan dalam satu waktu,” lanjutnya.

 

Arteta Pasang Badan, Tolak Kritik untuk Pemain

Di tengah kritik yang mulai bermunculan, Mikel Arteta memilih berdiri di garis depan untuk melindungi para pemainnya.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyalahkan skuadnya, meski hasil yang diraih jauh dari harapan.

“Saya mencintai para pemain saya. Apa yang mereka lakukan selama sembilan bulan ini luar biasa. Saya tidak akan mengkritik mereka hanya karena kami kalah dalam pertandingan seperti ini,” tegas Arteta.

“Seseorang harus bertanggung jawab dan itu adalah saya. Kami masih memiliki fase terbaik musim ini di depan kami. Ini adalah momen pertama kami mengalami situasi seperti ini.”

Arteta juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan diri tim dan terus berpegang pada filosofi permainan yang sudah dibangun.

“Kami harus memberikan kejelasan, keyakinan, dan terus percaya pada pemain. Kami harus menjaga kecepatan, sikap, dan energi di level tertinggi karena itu sangat penting untuk memenangkan pertandingan,” lanjutnya.

 

Badai Cedera dan Rotasi Jadi Sorotan

Kekalahan ini juga tidak lepas dari kondisi skuad Arsenal yang sedang tidak ideal. Arteta melakukan tujuh perubahan dari tim yang tampil di final Carabao Cup.

Sejumlah pemain kunci seperti Declan Rice, Bukayo Saka, dan Leandro Trossard tidak masuk skuad, sementara William Saliba hanya berada di bangku cadangan.

Di sisi lain, Gabriel Magalhaes bahkan harus ditarik keluar karena mengalami cedera lutut, menambah daftar masalah yang harus dihadapi Arteta.

Meski begitu, Christian Norgaard menegaskan bahwa kondisi tim bukan alasan kekalahan.

“Tidak ada alasan. Ini tidak ada hubungannya dengan cedera atau ketersediaan pemain. Kami memiliki tim yang cukup bagus untuk bersaing di level tinggi,” ujarnya.

 

Performa Disorot, City Kian Mengancam

Penampilan Arsenal dalam laga ini juga mendapat kritik dari mantan bek Inggris, Micah Richards. Ia menilai performa The Gunners jauh di bawah standar yang biasa mereka tampilkan.

“Sangat mengecewakan melihat cara mereka bermain. Biasanya mereka solid dalam bertahan dan transisi, tetapi kali ini sangat buruk,” kata Richards.

Di sisi lain, Manchester City justru semakin menunjukkan kekuatan mereka. Setelah menjuarai Carabao Cup, City juga melaju ke semifinal Piala FA dan siap kembali menjadi pesaing utama Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris.

Pertemuan kedua tim di Etihad Stadium pada April mendatang diprediksi akan menjadi laga krusial dalam menentukan arah perburuan gelar.

Kini, Arsenal tidak punya banyak waktu untuk meratapi kegagalan. Mereka harus segera bangkit, menemukan kembali performa terbaik, dan memastikan musim yang sempat menjanjikan ini tidak berakhir dengan kekecewaan.

Video Populer

Foto Populer