Mason Mount Bikin Panas Stamford Bridge, Selebrasi Bungkam Suporter Chelsea Picu Kemarahan

Chelsea kembali menelan hasil pahit setelah kalah 0-1 dari Manchester United di Stamford Bridge, Minggu (19/4/2026) dini hari WIB.

Bola.com, Jakarta - Chelsea kembali menelan hasil pahit setelah kalah 0-1 dari Manchester United di Stamford Bridge, Minggu (19/4/2026) dini hari WIB. Kekalahan itu menjadi yang keempat secara beruntun bagi The Blues di Premier League, memperpanjang periode sulit yang tengah mereka alami.

Namun, sorotan usai pertandingan tak hanya tertuju pada hasil buruk Chelsea. Nama Mason Mount justru menjadi pusat perhatian setelah gestur kontroversialnya kepada suporter tuan rumah memicu reaksi keras.

Mantan gelandang Chelsea itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-81 di tengah sorakan cemoohan dari pendukung The Blues. Mount, yang merupakan jebolan akademi Chelsea, kemudian membalas dengan gestur membungkam suporter setelah Manchester United mengamankan kemenangan.

Aksi itu langsung memancing kemarahan di media sosial. Banyak pendukung Chelsea menilai tindakan Mount sebagai bentuk provokasi, bahkan ada yang kembali mengungkit kepindahannya ke Manchester United pada musim panas 2023 sebagai bentuk “pengkhianatan”.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Gestur Mount Picu Reaksi Keras Suporter Chelsea

Mount memang datang ke laga ini dengan beban emosional tersendiri. Statusnya sebagai mantan pemain akademi, mantan idola Stamford Bridge, hingga kepindahannya ke Old Trafford membuat hubungannya dengan sebagian fans Chelsea sudah lama retak.

Ketika masuk menggantikan Matheus Cunha di menit-menit akhir, cemoohan langsung terdengar dari tribune. Namun yang membuat situasi memanas adalah respons Mount selepas laga.

Pemain berusia 27 tahun itu terlihat melakukan gestur meminta suporter diam, tindakan yang langsung memicu reaksi keras di media sosial.

Salah satu suporter Chelsea di X bahkan melontarkan kritik pedas.

“Sekali ular tetap ular. Salah satu pemain paling menjijikkan yang pernah memakai jersey Chelsea, dan fakta masih ada yang membelanya benar-benar memalukan,” tulis seorang pendukung Chelsea.

Terlepas dari kontroversi itu, Mount tampil efisien selama berada di lapangan dengan menyelesaikan seluruh sembilan operan yang ia lepaskan.

Musim 2025/2026 sendiri belum berjalan mulus bagi Mount karena beberapa kali diganggu cedera. Sejauh ini ia mencatat tiga gol dan satu assist dalam 21 pertandingan di semua kompetisi bersama Manchester United.

 

Chelsea Terpuruk, Kritik Juga Mengarah ke Garnacho

Di tengah polemik Mount, Chelsea juga harus menghadapi sorotan atas performa tim yang terus menurun. Kekalahan dari Manchester United memperpanjang tren buruk mereka, dengan empat kekalahan beruntun, tanpa mencetak gol dan kebobolan delapan kali dalam periode tersebut.

Mandeknya lini serang turut menjadi perhatian, termasuk menurunnya produktivitas Cole Palmer yang sebelumnya menjadi andalan utama.

Di sisi lain, pertandingan ini juga memunculkan kritik terhadap Alejandro Garnacho, yang kini berseragam Chelsea setelah pindah dari Manchester United musim panas lalu.

Mantan kiper Inggris Paul Robinson menilai winger asal Argentina itu tampil di bawah standar dan mempertanyakan kapasitasnya sebagai starter reguler.

“Dia tidak cukup bagus untuk menjadi starter reguler untuk Chelsea. Manchester United mungkin justru melakukan bisnis yang bagus. Dia seharusnya menjadi pembeda, tapi terlalu sering berlari ke jalan buntu,” kata Robinson.

“Begitu dapat bola, kepalanya langsung tertunduk dan dia jalan sendiri. Dia sangat satu dimensi dalam cara menyerang,” lanjutnya.

Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Video Populer

Foto Populer