Sukses


MotoGP Indonesia 2017: Sejarah Sentul, Si Tua yang Siap Bersolek

Bola.com, Bogor - Indonesia berpeluang kembali menggelar balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP. Kesempatan itu datang setelah pihak pengelola Sirkuit Sentul, Kementerian Pariwisata Indonesia, dan penyelenggara MotoGP (Dorna SL) mengadakan konferensi pers pada Rabu (20/5) di Kantor Kementerian Pariwisata, untuk membicarakan peluang Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia 2017. Jika nanti terealisasi tahukah Anda sejarah berdirinya sirkuit Sentul?

Ide untuk membangun sirkuit Sentul pertama kali datang pada tahun 1990. Kala itu Hutomo Mandala Putra, yang pada saat itu merupakan anak dari almarhum Presiden Soeharto, mencetuskan ide untuk membuat sirkuit balap yang nantinya bisa membuat Indonesia menggelar ajang balap F1. Ide yang hebat untuk menunjukkan kemampuan Indonesia kepada dunia.

Terletak di desa Sentul, Bogor, Jawa Barat, sirkuit ini akhirnya selesai dibangun pada tahun 1993 dengan hasil yang memuaskan dan baru diresmikan pada bulan Agustus 1993 oleh Presiden Soeharto.

Sirkuit Sentul | via: myracingcareer.com

Meski berhasil menggelar event balap pertama bernama Indonesia Grand Prix untuk Formula Holden berbasis Australia, nyatanya Indonesia belum juga mampu menggelar event balap F1 seperti yang dicita-citakan sejak awal.

Alasannya karena Sentul memiliki sudut tikungan yang terlalu ketat dan juga jarak yang pendek, hanya sepanjang 4.12 km. Hal ini yang membuat Indonesia akhirnya sulit untuk menggelar event balap setingkat F1.

Tak sampai disitu, krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997 juga membuat sirkuit kebanggaan rakyat Indonesia ini semakin tak terurus. Fasilitas yang ada kini telah sedikit tertinggal oleh perkembangan zaman, hingga menyebabkan Sentul tidak cocok untuk menyelenggarakan ajang yang super cepat sekelas F1.

Ironisnya, negeri tetangga, Malaysia memutuskan untuk menyaingi sirkuit Sentul dengan membangun sebuah sirkuit kelas dunia bernama Sepang. Kualitas Sepang yang memiliki tata letak yang lebih strategis, trek yang aman dan juga fasilitas yang lebih baik membuat Sentul semakin ketinggalan.

Pebalap MotoGP, Marc Marquez (93) dan Dani Pedrosa (26) menjajal Honda CB150R StreetFire di Sirkuit Sentul, Bogor, (21/10/2014). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Namun yang pasti mimpi rakyat Indonesia kini kembali memancar setelah sebuah wacana untuk menggelar ajang balap motor bertaraf dunia, MotoGP Indonesia 2017 bisa menjadi kenyataan.

Rakyat Indonesia bisa kembali melihat pebalap terbaik di dunia beraksi. Seperti yang pernah terjadi ketika menggelar Indonesia MotoGP pada tahun 1996 dan 1997 di Sirkuit Sentul. Saat itu Michael Doohan berhasil keluar sebagai juara pada tahun 1996 dan pebalap asal Jepang, Tadayuki Okada yang naik ke podium pada tahun 1997. Valentino Rossi yang masih turun di kelas 125 cc juga keluar sebagai juara pada tahun 1997.

Kini yang bisa dilakukan rakyat Indonesia adalah memberikan dukungan total agar para stakeholder berani menanam uangnya demi memperbaiki dan menyelamatkan nasib sirkuit Sentul agar layak menjadi panggung megah bagi para pebalap motor terbaik di dunia seperti Marc Marquez, Valentino Rossi, Dani Pedrosa dan juga Jorge Lorenzo unjuk kebolehan di negeri kita tercinta.

Data Sirkuit:

  • Panjang lintasan: 4,12 km (2,56 mil)
  • Lebar lintasan: 15 m
  • Lintasan lurus terpanjang: 900 m
  • Lisensi sirkuit FIA tingkat 2.
  • 50 garasi pit
  • 2 tribun duduk tertutup

Fasilitas:

  • Trek Grand Prix
  • Sirkuit Motocross, Autocross dan Go-karts
  • Hotel bintang tiga
  • Bungalows
  • Padang Golf Internasional
  • Restoran
  • Pusat Rekreasi
  • dll

Indonesia MotoGP

Michael Doohan juara 1996 (500 cc)

Tadayuki Okada 1997 (500 cc)

Max Biaggi 1997 (200cc)

Valentino Rossi 1997 (125cc)

Baca juga:

 Indonesia Buka Kans Gelar MotoGP di 2017

Dovizioso Anggap Hasil Podium Tidak Cukup

Demi Gelar MotoGP, Lorenzo Berharap Terus Tampil Ciamik

Video Populer

Foto Populer