Terpaksa Tampil di Qatar 2026, Marc Marquez Tetap Fokus Kejar Gelar

Marc Marquez mengaku terpaksa balapan di Qatar 2026 di tengah isu keamanan. Yamaha mundur, sementara ia tetap fokus pada peluang gelar kedelapan.

Bola.com, Jakarta - Pembalap tim pabrikan Ducati, Marc Marquez, mengakui dirinya terpaksa ambil bagian di MotoGP Qatar 2026. Ia bahkan secara terbuka menyebut ingin berada di tempat lain.

Pengakuan itu mencuat di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran keamanan para rider. Isu ini membuat posisi pembalap—termasuk Marc Marquez—kian dilematis.

Bersamaan dengan gejolak tersebut, 19 dari 22 pembalap disebut telah menandatangani surat penolakan untuk balapan di Qatar. Di sisi lain, Yamaha memutuskan mundur dari ajang ini dengan alasan kebijakan perjalanan perusahaan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kekhawatiran Keamanan dan Surat Penolakan Pembalap

Keputusan untuk tetap menggelar MotoGP Qatar 2026 pada 6-8 November menimbulkan kekhawatiran keamanan yang meluas. Sebelumnya, Marc Marquez memilih tidak berkomentar langsung soal Qatar karena ia lebih suka diam jika tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya ia pikirkan.

Mayoritas pembalap—19 dari 22—menandatangani surat penolakan yang dikirim kepada para pejabat MotoGP. Namun, penyelenggara kejuaraan tetap bersikeras melanjutkan rencana Grand Prix Qatar.

Beberapa laporan media menyebutkan tuntutan para pembalap tidak dipenuhi. Bahkan, penyelenggara dikabarkan mengancam akan menjatuhkan penalti bagi pembalap yang melakukan aksi boikot.

Yamaha Mundur, Pabrikan Lain Tetap Berlomba

Yamaha secara resmi mengumumkan penarikan diri dari Grand Prix Qatar 2026 pada 1 November 2026. Keputusan ini dikaitkan dengan "pembatasan perjalanan di seluruh perusahaan yang sudah ada" terkait situasi di Timur Tengah.

Penyelenggara MotoGP menyatakan kekecewaan atas langkah Yamaha, meski mengakui tim tersebut tunduk pada kebijakan perusahaan yang lebih luas. Imbasnya, sanksi olahraga akan diberlakukan terhadap Yamaha.

Berbeda dengan Yamaha, pabrikan lain seperti Ducati, Aprilia, KTM, dan Honda telah mengonfirmasi partisipasi mereka. Dengan demikian, grid balapan tetap terisi oleh mayoritas pabrikan besar.

Perburuan Gelar Marquez di Tengah Situasi Sulit

Di tengah situasi yang jauh dari ideal, Marc Marquez tetap harus fokus karena membawa peluang mengunci gelar juara dunia MotoGP kedelapannya di Qatar. Untuk mengamankan gelar, ia perlu mengungguli Jorge Martin dengan selisih 30 poin, serta mendapatkan poin yang cukup dari Marco Bezzecchi.

Terlepas dari kondisi eksternal, pendekatan balap Marquez tidak berubah. "Strateginya tidak akan berubah di sini. Kami bekerja hari demi hari dan berusaha memberikan yang terbaik pada balapan hari Minggu," tegas Marquez.

Ia mengungkap datang ke Qatar dengan penerbangan paling akhir yang memungkinkan dan berencana pulang dengan penerbangan paling awal yang memungkinkan. Namun, Marquez menekankan ia "ada di sini, siap untuk balapan dan sepenuhnya berkonsentrasi."

Video Populer

Foto Populer