Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026 Mahal: Banyak Kursi Kosong saat Tuan Rumah Kanada Vs Bosnia-Herzegovina

Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia yang Mahal, Laga Tuan Rumah Kanada Diwarnai Banyak Kursi Kosong

Bola.com, Jakarta - Kontroversi menyoal mahalnya harga tiket pertandingan di Piala Dunia 2026 akhirnya mulai memperlihatkan efeknya. Laga pertama tuan rumah Kanada di Grup B diwarnai banyak kursi yang kosong tanpa penonton.

Dalam laga itu, Kanada menjamu Bosnia-Herzegovina di BMO FIeld, Toronto, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB. Dari total 44.315 tiket yang tersedia untuk laga pertama Grup B ini, ternyata masih menyisakan lebih dari 1.000 lembar yang tak berhasil terjual.

Menurut laporan media asal Amerika Serikat, Sports Illustrated, tiket yang tidak terjual tersebut masih tersedia beberapa jam menjelang pertandingan Piala Dunia pertama di tanah Kanada yang berstatus sebagai tuan rumah.

Sebagian besar tiket kategori 1 dan kategori 2 yang tersisa ditawarkan dengan harga antara 1.1645 hingga 2.240 dollar AS, atau setara dengan Rp29.2 juta hingga Rp39.8 juta.

Dalam laporan media itu, banyak penggemar tuan rumah yang tidak bisa menghadiri laga penting ini karena harganya yang terlampau mahal.

Nikmati liputan ekslusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kontroversi Harga Tiket

Kontroversi harga tiket Piala Dunia 2026 yang mahal memang telah menjadi salah satu topik pembicaraan paling hangat yang bergulir menjelang kejuaraan ini bergulir. Hanya butuh dua laga untuk membuktikan mimpi buruk FIFA jadi kenyataan.

Sebab, dengan ratusan kursi kosong yang terlihat di Estadio Akron di Guadalajara selama pertandingan antara Korea Selatan menghadapi Ceko. Laga kedua Grup B ini memang dihadiri 44.985 penonton.

FIFA pun angkat bicara mengenai potret yang memperlihatkan banyak kursi lowong dalam duel tersebut. Menurut badan induk sepak bola dunia itu, angka kehadiran resmi tidak didasarkan dari visual keterisian kursi, tetapi dari jumlah tiket yang dipindai oleh sistem.

“Angka kehadiran resmi mencerminkan jumlah tiket yang dipindai dan penonton yang hadir di area stadion, bukan penilaian visual terhadap tingkat keterisian kursi pada setiap saat selama pertandingan,” kata FIFA, seperti dikutip dari BBC.

Data Terverifikasi

FIFA juga menyebut soal banyaknya penonton yang memilih berdiri di area koridor, alih-alih tetap menempati kursi yang ditentukan. Mereka akan berusaha mempublikasikan data penjualan tiket yang terverifikasi.

“FIFA bekerja sama erat dengan pihak stadion dan tim penjualan tiket untuk memastikan semua angka yang dipublikasikan didasarkan pada data operasional yang terverifikasi,” tulis pernyataan resmi FIFA tersebut.

“Harap diperhatikan bahwa, selama pertandingan semalam di Guadalajara, beberapa penonton yang memiliki tiket terlihat berdiri di area koridor daripada tetap berada di kursi yang telah ditentukan sepanjang pertandingan.”

Presiden FIFA, Gianni Infantino, selama ini dengan tegas membela sistem harga tiket dinamis selama berbulan-bulan.

Namun, menurut laporan The Independent, hanya 29 dari 104 pertandingan Piala Dunia 2026 yang tiketnya sudah terjual habis sebelum turnamen dimulai.

Sumber: The Independent, BBC, SI

 

Video Populer

Foto Populer