Cawe-Cawe Donald Trump terhadap Kartu Merah Folarin Balogun Berakhir Sia-Sia, Amerika Serikat Tetap Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Intervensi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap kartu merah penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, berakhir sia-sia.

Bola.com, Seattle - Intervensi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap kartu merah penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, berakhir sia-sia.

Amerika Serikat tetap tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah dibantai Belgia 1-4 di Seattle Stadium, Seattle, Selasa (7-7-2026) pagi WIB.

Balogun, yang seharusnya absen membela Amerika Serikat kontra Belgia, akhirnya bisa bermain setelah Trump melobi Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Balogun sebenarnya mendapatkan kartu merah dari wasit Raphael Claus ketika Amerika Serikat menang 2-0 atas Timnas Bosnia dan Herzegovina dalam 16 besar Piala Dunia 2026 di San Francisco Bay Area Stadium, San Francisco, 2 Juli 2026 pagi WIB.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Donald Trump Klaim Bukan Pelanggaran

Penyerang berusia 25 tahun itu dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic.

Namun, Trump meminta Infantino untuk mencabut kartu merah Balogun karena menganggap kejadian itu bukan pelanggaran.

"Saya meminta peninjauan ulang karena menurut saya itu bukan pelanggaran. Dan, Anda tahu, sekali lagi, saya paham hal-hal seperti ini. Saya tidak menganggap itu sebagai pelanggaran. Saya pikir itu hanya dua atlet hebat yang saling bertabrakan dan kaki mereka saling tersangkut. Itu bukan situasi ketika seseorang memukul wajah orang lain atau tindakan sejenisnya yang, Anda tahu, tentu akan berbeda ceritanya," ujar Trump dinukil dari BBC.

"Dan menurut saya itu... menurut saya akan sangat buruk jika mereka tidak mengizinkan, Anda tahu, pemain top, mungkin yang terbaik, atau salah satu pemain terbaik di tim untuk bermain. Saya rasa itu akan menjadi noda besar bagi turnamen ini. Dan saya hanya menyampaikan pandangan tersebut. Saya tidak mendikte apa yang harus dia lakukan, saya tidak bisa mendikte apa yang harus dia lakukan, tetapi saya rasa bukan dia yang mengambil keputusan tersebut, melainkan komite yang memutuskannya. Dan mereka mengambil keputusan yang tepat karena, yang pertama, itu memang bukan pelanggaran."

"Dan kita semua ingin melihat pertandingan dengan pemain-pemain terbaik di lapangan. Anda tidak ingin berkata, "Bagaimana perasaan Anda jika kami mengeluarkan... Anda tahu, kami mengeluarkan Messi? 'Lihat, dia bertabrakan dengan seseorang.' Atau kami mengeluarkan Ronaldo. 'Ronaldo, Ronaldo, Anda menyenggol seseorang, kami akan mengeluarkan Anda dari pertandingan.' Dia pemain hebat. Atau Harry Kane. 'Harry Kane, kami akan mengeluarkan Anda dari pertandingan, Harry, karena Anda kebetulan menabrak seseorang sedikit lebih keras dari...' Anda tidak bisa, Anda tidak bisa melakukan hal seperti itu," lanjut Trump.

Presiden FIFA Tidak Bisa Berikan Penjelasan Masuk Akal

Sementara itu, Infantino tidak bisa menjelaskan secara masuk akal mengenai pemutihan kartu merah Bolagun. Namun, ia memang mengakui dihubungi oleh Trump.

"Badan-badan peradilan FIFA bersifat independen. Mereka bekerja secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, serta memutuskan setiap perkara berdasarkan peraturan yang berlaku dan fakta-fakta spesifik yang ada di hadapan mereka. Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," tutur Infantino dinukil ESPN.

"Ya, saya memang secara rutin membahas berbagai hal yang berkaitan dengan Piala Dunia FIFA bersama Presiden Amerika Serikat, dan dalam persoalan ini saya juga menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya juga menerima telepon dari para kepala negara, pejabat pemerintahan, pemangku kepentingan sepak bola, serta para eksekutif bisnis dari berbagai belahan dunia mengenai banyak isu yang berbeda. Dalam percakapan kami, saya menjelaskan bahwa terdapat proses hukum yang sedang berlangsung di badan-badan peradilan independen FIFA dan bahwa perkara tersebut akan diputuskan pada waktunya oleh badan yang berwenang. Begitulah cara sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya junjung tinggi."

"Saya membaca setiap keputusan Komite Disiplin FIFA ketika keputusan tersebut diterbitkan. Terkadang saya terkejut dengan isinya. Terkadang saya setuju, dan terkadang saya tidak setuju."

"Namun, apa pun itu, saya selalu menghormati keputusan-keputusan tersebut serta otonomi badan-badan yang mengeluarkannya. Apakah secara pribadi kita menyukai suatu keputusan atau tidak, itu tidaklah relevan. Penghormatan terhadap lembaga-lembaga independen dan supremasi hukum adalah hal yang menjaga integritas kompetisi kami serta kredibilitas FIFA setiap saat," imbuhnya.

Performa Folarin Balogun

Lantas, bagaimana performa Balogun ketika menghadapi Belgia? Jawabannya adalah melempem. Penyerang AS Monaco itu tampil sebagai starter, tetapi terisolasi oleh lini belakang lawan.

Fotmob mencatat Balogun melepaskan satu tendangan ke gawang dan dua sepakan melebar dengan akurasi 33 persen. Pemain AS Monaco itu memenangkan tiga dari delapan duel.

Balogun, yang diganti pada menit ke-90+2 dengan Haji Wright, hanya mendapatkan rating 5,9 dari Fotmob.

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer