Declan Rice KO 3 Hari di Tempat Tidur sebelum Bantu Inggris Sikat Norwegia

Thomas Tuchel mengungkap Declan Rice tiga hari terbaring sakit jelang Inggris vs Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Thomas Tuchel mengungkap kondisi Declan Rice jelang kemenangan Inggris atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026. Gelandang Arsenal itu disebut menghabiskan sebagian besar tiga hari sebelum laga dengan beristirahat di tempat tidur karena sakit.

Meski tidak dalam kondisi ideal, Declan Rice tetap menjadi starter saat Inggris menang 2-1 di Stadion Miami. Ia sempat kesulitan menghadapi suhu panas dan digantikan pada awal babak kedua.

Pada pertandingan tersebut, Norwegia unggul lebih dulu lewat Andreas Schjelderup sebelum Jude Bellingham menyamakan kedudukan dan kemudian mencetak gol kemenangan pada babak tambahan waktu. Hasil ini mengantarkan Three Lions menantang Argentina di semifinal.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tiga Hari Menepi, Rice Tetap Starter Lawan Norwegia

Tuchel menjelaskan Rice tidak berada pada kebugaran terbaik sebelum duel kontra Norwegia. Pemain berusia 27 tahun itu sempat diragukan tampil karena mengalami gangguan saraf yang memengaruhi otot paha belakang dan punggung bawahnya, kemudian kondisinya memburuk setelah jatuh sakit beberapa hari sebelum laga.

Kendati demikian, Rice tetap mengikuti sesi latihan pada malam sebelum pertandingan. Perannya yang sangat penting di lini tengah membuat Tuchel memutuskan menurunkannya sejak menit awal.

"Kami harus menarik Elliot [Anderson] atau Declan keluar [dan] mengetahui bahwa Declan kesulitan setelah tiga hari terakhir di mana dia sebagian besar berada di tempat tidur, saya tahu dia tidak bisa bertahan selama 90 menit," kata Tuchel.

Perubahan di Babak Kedua dan Keputusan Taktis Tuchel

Kondisi fisik Rice tidak memungkinkan untuk menyelesaikan laga. Ia akhirnya digantikan oleh rekan setimnya di Arsenal, Eberechi Eze, pada awal babak kedua setelah mulai kesulitan mengikuti intensitas permainan.

Tuchel menggarisbawahi pertimbangan taktis yang diambil ketika tim tertinggal 0-1. Menurutnya, keputusan untuk menambah aksen ofensif telah dibuat sejak jeda dan tetap dipertahankan meski Inggris kemudian menyamakan kedudukan.

"Declan, kami membuat keputusan di babak pertama untuk menjadi lebih ofensif, untuk sedikit bergeser ke arah menyerang. Saya mengambil keputusan itu ketika kami tertinggal 1-0 dan tidak ingin mengubah keputusan tersebut karena gol penyama kedudukan," ucap Tuchel.

Cuaca Panas dan Dampaknya pada Skuad Inggris

Selain masalah kebugaran individu, Tuchel menilai faktor cuaca ikut berperan besar. Suhu panas di Stadion Miami membuat beberapa pemain Inggris mengalami kendala selama pertandingan.

Salah satunya dialami Ezri Konsa yang mengalami kram dan cedera hamstring. Situasi tersebut menuntut penyesuaian di lapangan, termasuk dalam hal pergantian pemain dan pendekatan permainan.

"Beberapa pemain kami kesulitan menghadapi panas. Ezri Konsa adalah salah satunya dengan kram dan cedera hamstring," kata Tuchel.

Dengan kemenangan 2-1 atas Norwegia, Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Argentina. Persiapan kebugaran menjadi fokus, mengingat padatnya jadwal dan kondisi yang dihadapi para pemain di laga sebelumnya.

Sumber: BBC Sport

Video Populer

Foto Populer