Bruno Fernandes Kembali Kritik Keras Manchester United: Setop Hidup di Kejayaan Masa Lalu

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, kembali melontarkan pernyataan tajam setelah Setan Merah dipermalukan Como

Bola.com, Jakarta - Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, kembali melontarkan pernyataan tajam setelah Setan Merah dipermalukan Como dengan skor 1-4 pada laga Liga Champions, Rabu (21/10/2026).

Kali ini, gelandang asal Portugal itu meminta seluruh elemen klub berhenti terjebak dalam kejayaan masa lalu dan mulai membangun masa depan yang berbeda.

Fernandes menyampaikan pesan tersebut dalam wawancara dengan Sky Sports Italia. Pernyataannya semakin menambah panas situasi di Old Trafford setelah ia secara terbuka mempertanyakan taktik pelatih Michael Carrick seusai kekalahan memalukan di Italia.

Hasil buruk itu juga membuat posisi Carrick menjadi sorotan. Meski manajemen MU belum mengambil keputusan untuk memecat pelatih yang baru diangkat secara permanen beberapa bulan lalu, masa depannya disebut belum sepenuhnya aman.

Direktur perekrutan MU, Christopher Vivell, bahkan dikabarkan mendorong klub mempertimbangkan Julian Nagelsmann jika memutuskan berpisah dengan Carrick. Pelatih asal Inggris itu kini membutuhkan kemenangan saat MU menjamu Bournemouth pada Minggu (25/10/2026).

Di tengah situasi tersebut, pernyataan Fernandes memperlihatkan adanya kegelisahan terhadap kondisi klub. Ia menilai Manchester United terlalu sering melihat pencapaian masa lalu, sementara kenyataan yang dihadapi saat ini sudah berbeda.

"Semua orang di klub harus memahami bahwa situasinya tidak lagi sama. Kami tidak lagi berada di masa lalu dan harus melihat ke masa depan. Kami harus menciptakan sesuatu yang berbeda pada masa sekarang," ujar Fernandes, seperti dikutip Mirror, Jumat (23/10/2026).  

"Di klub ini, kami terlalu fokus pada apa yang telah diraih pada masa lalu, padahal sekarang kami tidak lagi sama. Klub dan para pemain harus memahami hal itu," lanjutnya.

Simak update terkini klasemen Liga Inggris 2026/2027 di sini. 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Periode Sulit

Fernandes juga menyoroti sulitnya Manchester United kembali bersaing di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, para pemain yang datang ke Old Trafford tentu memiliki ambisi untuk meraih trofi dan memenangkan pertandingan, tetapi kenyataan yang mereka hadapi jauh dari harapan.

"Sayangnya, terutama bagi kami para pemain, mereka yang datang ke sini tentu ingin memenangkan trofi, memenangi pertandingan, dan mencapai level tertinggi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semuanya menjadi sangat sulit di klub ini. Itulah situasinya," tegasnya.

Fernandes tidak menampik bahwa Setan Merah sedang berada dalam periode sulit. Hasil pertandingan dan perolehan poin belum sesuai dengan ekspektasi, sementara performa tim juga belum menunjukkan konsistensi.

Ia menilai MU harus segera menemukan cara untuk keluar dari situasi tersebut dan kembali meraih kemenangan.

"Ini adalah momen yang sangat sulit bagi kami. Kami tidak mendapatkan poin dan hasil yang diinginkan. Yang paling penting, kami tidak bermain sesuai dengan ekspektasi," kata Fernandes.

"Sayangnya, ini seperti salah satu periode ketika kami merasa tidak bisa keluar dari situasi tersebut. Kami harus melakukan sesuatu untuk mengubah keadaan ini dan mulai menang karena itu sangat penting," imbuhnya.

Menariknya, laporan Sky Sports Italia menyebut Fernandes tidak mendapat izin dari klub untuk menjalani wawancara kontroversial tersebut dalam bahasa Italia, meski ia fasih berbahasa itu setelah pernah berkarier di Novara, Sampdoria, dan Udinese pada awal perjalanan profesionalnya.

 

 

Kecewa dengan Taktik MU

Sebelumnya, Fernandes juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pendekatan permainan MU saat menghadapi Como. Ia menilai timnya kesulitan menguasai bola dan terlalu sering memberikan ruang kepada lawan untuk menciptakan peluang.

Kapten Setan Merah itu bahkan mengakui bahwa pressing ketat yang diterapkan Como membuat MU kesulitan mengembangkan permainan.

"Pertandingan itu sangat sulit bagi kami. Hampir mustahil memainkan bola dengan baik. Jarak antarpemain terlalu jauh untuk mempertahankan penguasaan bola dan bermain di area pertahanan lawan," ujarnya.

"Como sangat berani menerapkan penjagaan satu lawan satu. Kami tidak melakukan hal yang sama dan membiarkan mereka terlalu sering bermain di antara lini pertahanan kami sehingga bisa menciptakan peluang untuk mencetak gol," lanjut Fernandes.

Keputusan Carrick menarik Fernandes keluar pada babak kedua dan menggantikannya dengan Joshua Zirkzee juga sempat menjadi sorotan.

"Tidak ada pemain yang senang meninggalkan lapangan, terlebih ketika hasilnya seperti itu," kata Fernandes.

Kekalahan 1-4 dari Como semakin memperpanjang daftar masalah Manchester United pada awal musim 2026/2027. Setan Merah sejauh ini baru meraih dua kemenangan, masing-masing atas tim promosi Ipswich dan wakil Liga Champions, Sabah.

Sumber: Mirror

 

Yuk Tengok Posisi Tim Favoritmu

Video Populer

Foto Populer