12 Tahun Bungkam, Pilot yang Menyelamatkan Michael Schumacher Akhirnya Ungkap Detik-Detik Mencekam

12 tahun lamanya menyimpan cerita, pilot yang mengevakuasi Michael Schumacher akhirnya angkat bicara.

Bola.com, Jakarta - Lebih dari 12 tahun telah berlalu sejak kecelakaan ski yang mengubah hidup legenda Formula 1, Michael Schumacher.

Insiden yang terjadi di kawasan resor Meribel, Prancis, pada Desember 2013 itu, membuat juara dunia tujuh kali tersebut mengalami cedera kepala serius dan koma dalam waktu lama.

Sejak saat itu, keluarga Schumacher memilih menjaga kerahasiaan kondisi kesehatannya. Informasi yang disampaikan ke publik sangat terbatas.

Namun kini, untuk pertama kalinya, pilot helikopter yang membawa Schumacher dari lokasi kecelakaan ke rumah sakit menceritakan pengalamannya.

Yannick Dainese saat itu bertugas sebagai pilot di SAF Helicopteres, perusahaan yang menangani layanan medis darurat dan operasi penyelamatan di wilayah pegunungan.

Ia termasuk tim yang menerima panggilan darurat dari lereng ski Meribel Alpina Resort untuk segera mengevakuasi seorang korban ke rumah sakit.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pengakuan Dainese

Dalam wawancara dengan L'Equipe, Dainese mengaku timnya sama sekali tidak mengetahui identitas korban ketika menerima tugas tersebut. Ia baru menyadarinya sesaat setelah helikopter mendarat di lokasi kejadian.

"Seorang petugas penyelamat melompat keluar dari helikopter bersama dokter lalu berkata kepada saya, 'kita akan menjemput Schumacher?' Awalnya saya mengira dia sedang bercanda," ujar Dainese.

Namun, situasi segera berubah ketika ia menerima instruksi dari komandannya.

"Tetapi, ketika komandan memerintahkan kami melepas mikrofon dan kamera GoPro, serta melarang jurnalis ikut bersama kami, saya langsung memahami bahwa itu benar."

Kendati bukan penggemar berat Formula 1, Dainese mengetahui betul siapa sosok yang harus dievakuasinya saat itu.

"Secara tidak sadar tekanan itu ada karena saya tahu dia dipuja seperti seorang dewa," ujarnya.

"Tetapi, bagi saya, dia hanyalah seorang korban yang mengalami luka sangat serius," imbuh Dainese.

Momen Paling Menegangkan

Menurut Dainese, operasi penyelamatan tersebut menjadi satu di antara momen paling menegangkan yang pernah ia alami sepanjang kariernya. Area lereng tempat kecelakaan terjadi langsung ditutup sehingga hanya ada Schumacher, tim penyelamat, dan tenaga medis di lokasi.

Ia menggambarkan suasana saat itu berlangsung dalam keheningan.

"Setiap orang masuk ke dunianya masing-masing," ungkapnya.

Minim percakapan terjadi ketika tim medis memindahkan Schumacher ke atas tandu khusus. Mantan pembalap Ferrari itu kemudian dipasangkan kasur vakum medis untuk menjaga posisi tubuhnya sebelum dibawa masuk ke helikopter.

Setelah itu, tim penyelamat terbang menuju rumah sakit di Grenoble, tempat Schumacher menjalani penanganan darurat.

Terkejut

Dainese mengaku tidak mengetahui perkembangan kondisi Schumacher setelah menyerahkannya kepada pihak rumah sakit. Ia baru kembali ke fasilitas medis yang sama beberapa hari kemudian saat menjalankan tugas mengevakuasi korban kecelakaan ski lainnya.

Pemandangan yang dilihatnya saat itu membuatnya terkejut.

"Beberapa hari setelah kecelakaan itu, saya kembali ke rumah sakit untuk membawa korban cedera lainnya. Apa yang saya lihat benar-benar mengejutkan. Ada begitu banyak bus, bendera merah, dan orang-orang di mana-mana hingga area rumah sakit berubah seperti sirkuit Formula 1. Sulit dipercaya," akunya.

Pilot yang hingga kini masih aktif bekerja itu mengatakan dirinya sengaja menunggu 12 tahun sebelum menceritakan pengalaman tersebut kepada publik.

Keputusan itu diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi keluarga Schumacher.

Jaga Ketat Privasi

Istri Schumacher, Corinna, selama ini memang berupaya keras menjaga kerahasiaan kondisi suaminya demi melindungi keluarga dari sorotan berlebihan.

Hingga sekarang, informasi mengenai keadaan kesehatan Schumacher masih sangat terbatas, meski keluarga telah mengonfirmasi bahwa ia terus menjalani perawatan.

Rekaman kamera yang terpasang pada helm Schumacher saat kecelakaan menunjukkan bahwa ia tidak sedang melaju dengan kecepatan tinggi ketika insiden terjadi.

Pembalap asal Jerman itu menghantam batu yang tertutup salju sebelum tubuhnya terlempar dan kepalanya membentur bongkahan batu besar.

Benturan tersebut begitu keras hingga helmnya terbelah menjadi dua. Cedera yang dideritanya juga sangat parah sehingga Schumacher harus menjalani koma yang diinduksi secara medis selama lebih dari delapan bulan.

 

Sumber: Give Me Sport

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer