DKI Jakarta Pertahankan Status Juara Umum di Kejurnas Catur 2026: Rebut 6 Medali Emas

Kontingen DKI Jakarta kembali menempati posisi teratas dalam persaingan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 yang berlangsung di Serang, Banten.

Bola.com, Serang - Kontingen DKI Jakarta kembali menempati posisi teratas dalam persaingan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 yang berlangsung di Serang, Banten.

Mengandalkan 47 atlet, Jakarta mengumpulkan 17 medali, terdiri dari enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu, sekaligus mempertahankan gelar juara umum yang diraih pada edisi 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat.

Pencapaian tersebut memastikan DKI Jakarta kembali menjadi kekuatan utama dalam persaingan catur nasional.

Tuan rumah Banten harus puas menempati peringkat kedua dengan koleksi tiga emas, satu perak, dan satu perunggu, sedangkan DI Yogyakarta berada di posisi ketiga dengan tiga emas dan satu perunggu.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengapresiasi perjuangan para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan kontingen.

Dia menyebut keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil kerja bersama yang telah dilakukan sejak sebelum keberangkatan menuju Serang.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga besar Percasi DKI Jakarta atas perjuangan dan kerja kerasnya sehingga Jakarta berhasil kembali menjadi juara umum Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 di Banten," ujar Kenneth.

Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan kontingen Jakarta berhasil memenuhi target yang telah ditetapkan sebelum kejuaraan berlangsung.

Menurutnya, perolehan 17 medali tidak terlepas dari persiapan yang matang, kedisiplinan, kerja sama tim, dan semangat para pecatur selama mengikuti pertandingan.

"Target yang kami canangkan sebelum keberangkatan ke Serang dapat tercapai. Raihan enam medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu dengan total 17 medali merupakan hasil dari persiapan yang matang, disiplin, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet yang luar biasa," katanya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pembinaan Berkelanjutan

Kenneth menilai keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tidak hanya berkaitan dengan jumlah medali yang diperoleh.

Dia juga menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan agar pecatur dari berbagai kelompok usia dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat nasional.

"Bagi saya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini bukan sekadar soal medali dan trofi, tetapi juga bukti pembinaan catur di DKI Jakarta terus berjalan dengan baik. Saya bangga melihat para atlet dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional," tutur Kenneth.

Kenneth turut mendedikasikan pencapaian tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan masyarakat Jakarta yang selama ini memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga, khususnya cabang catur.

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 juga menjadi alasan baginya untuk mempersembahkan prestasi tersebut kepada generasi muda Indonesia.

"Trofi juara umum ini saya dedikasikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, MM dan seluruh masyarakat Jakarta yang selalu memberikan dukungan kepada dunia olahraga, khususnya olahraga catur dan juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, saya mempersembahkan pencapaian titel juara umum ini kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia agar terus berani bermimpi, bekerja keras, dan mengukir prestasi untuk bangsa," ungkapnya.

Meski kembali menjadi juara umum, Kenneth mengingatkan seluruh jajaran Percasi DKI Jakarta agar tidak cepat berpuas diri.

Dia berharap hasil di Serang menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pembinaan, membuka lebih banyak kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet menghadapi persaingan nasional dan internasional.

"Ke depan, kami tidak ingin berpuas diri. Keberhasilan ini harus terus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, dan mempersiapkan atlet agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional," tuturnya.

Perhatian Percasi DKI Jakarta kini juga tertuju pada Kejurnas Catur 2027 yang direncanakan berlangsung di Jakarta, bertepatan dengan peringatan lima abad atau 500 tahun Kota Jakarta.

Kenneth menyebut kesempatan menjadi tuan rumah sebagai tantangan untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan sekaligus melanjutkan pembinaan atlet berprestasi.

"Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa Jakarta tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga terus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi," papar Kenneth.

Rasa Syukur Meraih Emas

Satu di antara penyumbang emas bagi Jakarta, WCM Hillary Rooca Theng, juga mengungkapkan rasa syukurnya setelah membantu kontingen mempertahankan gelar juara umum.

Dia menyebut latihan bersama pelatih Kristianus Liem menjadi bagian dari persiapan yang dijalaninya sebelum tampil di Kejurnas Catur 2026.

"Saya persiapan bersama pelatih saya Kristianus Liem. Saya sudah berlatih keras selama ini. Lawan-lawannya sulit, yang tersulit dari Jawa Timur. Terima kasih atas dukungannya dari Pak Kenneth, semua fasilitas yang diberikan sangat bagus," tutur Hillary.

Ketua Kontingen Atlet Percasi DKI Jakarta di Kejurnas Catur 2026, Upi Darmayana Tamin, menilai persaingan tahun ini berlangsung ketat karena jumlah peserta yang besar.

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan di Pulau Jawa turut membuat persaingan antardaerah berlangsung sengit.

"Persaingan Kejurnas 2026 ini sangat sengit karena berlangsung di Pulau Jawa, jadi pesertanya sangat banyak," kata Upi.

Dari enam medali emas yang diperoleh Jakarta, IM Satria Duta Cahaya menjadi juara kategori Open, FM Syarif Mahmud di kategori Veteran, dan NM Claudio Lasama di kategori U-19 Putra.

Tiga emas lainnya disumbangkan Steven Tan di kategori U-17 Putra, WCM Hillary Rooca Theng di kategori U-11 Putri, serta Evelyn Tria Lienora di kategori U-9 Putri.

Empat medali perak Jakarta diraih GM Novendra Priasmoro di kategori Open, WCM Theodora Paulina Walukow di kategori Senior Putri, Dominicus Winston Lin di kategori U-15 Putra, dan Haidar Manaf Abrisam di kategori U-7 Putra.

Adapun tujuh medali perunggu dipersembahkan IM Gilbert Elroy Tarigan di kategori Open, WGM Laysa Latifah di kategori Senior Putri, Clementia Adeline di kategori U-19 Putri, PM Uriel Noah Oloan Sidabutar di kategori U-17 Putra, Safin Aldebaran Amir di kategori U-13 Putra, Kyle Darrel Gunawan di kategori U-11 Putra, serta Kaiden Kamsari di kategori U-9 Putra.

Sebanyak 47 atlet DKI Jakarta mengikuti Kejurnas Catur ke-51 dengan bertanding di berbagai kategori, mulai dari kelompok usia U-7 hingga veteran.

Kejuaraan itu diikuti hampir 1.000 pecatur dari berbagai daerah di Indonesia, dengan Jakarta berhasil mengakhiri persaingan di posisi teratas dan mempertahankan gelar juara umum untuk dua edisi berturut-turut.

Video Populer

Foto Populer