Aditya Harlan Pasrah soal Sistem Pembayaran Gaji di PBR

oleh Muhammad Ridwan diperbarui 06 Nov 2015, 14:00 WIB
Aditya Harlan belum mengetahui secara pasti sistem pembayaran di Persipasi Bandung Raya. Bila dibayar per pertandingan, Aditya rela. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Penjaga gawang anyar Persipasi Bandung Raya, Aditya Harlan rela bila bayaran yang ia terima dari PBR diberikan per pertandingan. Menurut mantan kiper Persibo Bojonegoro, sistem pembayaran seperti itu jauh lebih baik ketimbang menunggu turnamen selesai.

Advertisement

Penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut dipinjam PBR dari Barito Putera. Ia diproyeksikan sebagai kiper utama menggantikan posisi Dennis Romanovs yang pulang ke kampung halamannya, Latvia.

"Kalau masalah pembayaran saya belum tahu karena itu urusan manajemen. Ini hanya sebuah turnamen jadi saya mau diajak bergabung," kata Aditya seusai latihan PBR di Lapangan ISCI, Tangerang Selatan, Kamis (5/11/2015).

Aditya Harlan berharap, setelah turnamen bergulir kompetisi bisa berjalan kembali. Pasalnya, ia mengaku trauma menghadapi situasi di mana pemain harus berkeliling daerah untuk mencari tarkam. Aditya termasuk salah satu pemain yang rajin bermain tarkam untuk menjaga kondisi.

"Sempat dengar selentingan para pemain akan mendapat bayaran per laga di turnamen ini. Hal itu tidak masalah buat saya, karena ini wajar dalam sebuah turnamen," ia menambahkan.

Lebih lanjut, ia yakin dapat membantu PBR melangkah ke babak berikutnya. Menurutnya, materi pemain klub berjulukan The Boys are Back itu cukup bagus dan dilatih oleh Direktur Teknik PSSI, Pieter Huistra. Padahal, bila melihat lawan yang dihadapi PBR di grup A tidak mudah. PBR bergabung dengan Persija Jakarta, Sriwijaya FC, Gresik United, dan Arema Cronus.

"Secara pribadi saya tetap optimistis bisa membawa PBR menjadi lebih baik, karena dalam sepak bola tidak ada hitungan yang pasti," tegas Aditya Harlan.