Momen Terburuk Karier Rafa Benitez

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 22 Nov 2015, 09:00 WIB
Pelatih Barcelona Luis Enrique (kiri) berjabat tangan dengan pelatih Real Madrid Rafael Benitez (kanan) usai laga di Santiago Bernabeu, Minggu (22/11/2015) dini hari WIB. Benitez mengulangi hasil buruk yang pernah dialaminya pada musim 1998/1999. (Reuters/Juan Medina)

Bola.com, Madrid - TAKLUK dari Barcelona dengan skort 0-4, membuat Real Madrid menambah catatan buruk mereka dalam pertemuan dengan sang rival. Tidak hanya klub, secara pribadi ada beberapa individu di Los Blancos yang menuai noda hitam dalam karier sepak bola.

Satu di antara yang mendapat sorotan tajam adalah Rafael Benitez. Kali pertama menangani laga El Clasico di level La Liga, eks arsitek Napoli dan Liverpool ini harus 'terjungkal' di depan pendukung sendiri. Dua gol dari Luis Suarez (11', 74'), Neymar (39') dan Andres Iniesta (53'), sudah cukup untuk memberikan rasa malu bagi Sang Spaniard.

Advertisement

Situs resmi La Liga mengungkapkan, kekalahan telak tersebut memberi tambahan rangkaian hasil buruk bagi Benitez saat berkarier di Spanyol. Pria berusia 55 tahun ini menyamai hasil terburuk kala bertanding di rumah sendiri.

Yup, pada musim 1998/1999, Benitez pernah dipermak Real Madrid saat menukangi Extremadura. Berlaga di Estadio Francisco de la Hera, skuat tuan rumah takluk 1-5. Saat itu, lima gol tim tamu dilesakkan Robert Jarni (1'), Savio (24'), Fernando Hierro (pen. 36'), Davor Suker (60') dan Clarence Seedorf (89').

Tak hanya itu, Benitez sebelumnya pernah kalah lebih dari empat gol sejak mengalami itu hampir 17 tahun lalu, tepatnya kala Extremadura dihajar Atletico Madrid dengan skor 0-5. Pada laga di Vicente Calderon (10/1/1999) tersebut, lima gol Los Rojiblancos dilesakkan Fernando Correa (1'), Michele Serena (41'), Juan Carlos Aguilera Martín (57'), Roberto Luis Prieto (68') dan Juan Carlos Valerón (87').

Usai pertandingan di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (22/11/2015) dini hari, Rafa Benitez mengakui timnya melakukan banyak kesalahan yang harus dibayar mahal. Dia menganggap, anak asuhnya kehilangan daya untuk menguasai bola, sehingga tertekan terus-menerus.

"Tim pelatih akan menganalisa semuanya. Namun, kami harus fokus pada pertandingan berikutnya, dan memberikan kebahagiaan pada suporter," tegas Benitez, di laman resmi klub.

Sumber : www.realmadrid.com

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini