Bimasakti dan Satya Wacana Tutup Pramusim IBL dengan Kemenangan

oleh Erwin Snaz diperbarui 28 Nov 2015, 20:50 WIB
Kapten Bimasakti Nikko Steel Malang, Yanuar Priasmoro diganggu pemain Pacific Caesar Surabaya pada laga pamungkas pramusim IBL 2016 yang berlangsung di GOR C-tra Arena, Bandung, Sabtu (28/11/2015). (Bola.com / Bagas Rahadyan).

Bola.com, Bandung - Bimasakti Nikko Steel Malang dan Satya Wacana Salatiga menutup pramusim Indonesian Basketball League (IBL) 2016 dengan kemenangan. Namun, hasil ini tak berarti apa-apa karena tiket ke semifinal sudah jatuh ke tim lain.

Advertisement

Bimasakti mengalahkan Pacific Caesar Surabaya dengan skor 66-45 pada laga pamungkas yang berlangsung di GOR C-tra Arena, Bandung, Sabtu (28/11/2015). Meski pertandingan ini hanya menentukan siapa yang akan duduk di peringkat ketiga, kedua tim sama-sama tampil ngotot di lapangan.

Pacific sempat memberikan perlawanan sengit di kuarter pertama. Namun, di tiga kuarter berikutnya, Bimasakti mulai meninggalkan perolehan Pacific. Hasilnya, Bimasakti menang telak 66-45. 

Kapten Bimasakti, Yanuar Priasmoro, menyumbang poin terbanyak dengan torehan 19 angka. Catatan gemilangnya itu dilengkapi dengan empat rebound dan tujuh steal. Sedangkan Barra Sugianto dan Freddy sama-sama mencetak 11 poin dalam laga ini.

"Konsentrasi anak-anak di lapangan lebih baik dari pertandingan sebelumnya. Pertahanan dan kerja sama tim menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk menyambut seri pertama IBL di Jakarta nanti," ujar Oei A Kiat, pelatih kepala tim Bimasakti usai pertandingan.

Sementara itu, pelatih Pacific, Bambang Susanto menyebutkan kekalahan anak asuhnya karena selama pertandingan di pramusim kurang menunjukkan semangat bertanding. "Setelah pulang ke Surabaya saya akan geber latihan agar dapat tampil lebih baik lagi pada seri pertama IBL nanti,"cetus Bambang.

Pada pertandingan lain, Satya Wacana menang tipis atas NSH Jakarta dengan skor 65-63. Respati Pamungkas menjadi bintang Satya Wacana dalam laga ini dengan torehan 24 poin.

"Pada start awal memang kami jelek. Tetapi kami bermain sabar dan mengambil momentum di kuarter keempat, khususnya dua menit terakhir. Secara umum saya juga puas dengan perkembangan tim ini selama Preseason berlangsung," ujar pelatih Satya Wacana, Efri Meldi.