Tutup Isu Suap, Surabaya United Fokus ke Laga Krusial

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 18 Des 2015, 20:00 WIB
Manajemen Surabaya United menegaskan agar Ilham Udin Armaiyn dkk. tidak terpengaruh dengan isu suap yang menyertai tiga pemain. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Surabaya - Manajemen Surabaya United menutup rapat-rapat soal isu suap yang dikaitkan dengan pemecatan tiga pemain pilarnya, yakni Otavio Dutra, Pedro Javier, dan Jendry Pitoy. Manajamen tak lagi mau menanggapi rumor yang berkembang.

Buat manajemen, pernyataan soal dasar pemecatan ketiga pemainnya itu sudah jelas. "Kami sudah jelaskan, tidak ada pernyataan soal itu kepada ketiga pemain tersebut," tutur Rahmad.

Rahmad menegaskan tidak ada perbedaan pernyataan yang dilontarkan manajemen maupun komponen tim Surabaya United lain terkait pendepakan ketiga pemain tersebut.

Meski, santer beredar pelatih Ibnu Grahan sempat berkeluh kesah mengenai SMS dari nomor tak dikenal, yang mengingatkan agar dirinya berhati-hati ketika memasuki ruang ganti babak kedua antara Surabaya United vs Pusamania Borneo FC (13/12/2015).

Tak hanya itu, CEO Gede Widiade juga dikabarkan memergoki mantan asisten pelatih Surabaya United, Tony Ho, mendatangi kamar Otavio Dutra usai pertandingan.

"Tidak ada kaitannya dengan semua itu. Kami semua satu suara, pemecatan itu semata-mata karena faktor teknis. Hal itu juga diakui oleh ketiga pemain itu," jelas Rahmad.

Advertisement

Berdasarkan hal itu, manajemen saat ini memilih tak mau berkomentar lagi. Mereka memilih diam dan fokus pada duel penentuan nasib Surabaya United melawan Arema Cronus, Sabtu (19/12/2015), di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Bagi Rahmad, hal ini jauh lebih penting ketimbang menanggapi isu yang dianggap sebagai upaya melemahkan timnya. Apalagi, Evan Dimas dkk. butuh kemenangan di laga ini untuk membuka kans lolos ke semifinal.

"Ini sangat penting. Kami harus menetralkan semua agar suasana tim kondusif. Pemain tahu bahwa semua ini sengaja dimunculkan agar timbul kegaduhan di internal kami. Kami tak mau terpancing," imbuhnya.

Surabaya United diharuskan menang di laga menghadapi Arema bila langkah mereka ingin berlanjut ke fase selanjutnya. Meski, hal itu berat karena mereka tak diperkuat lima pemain setelah Thiago Furtuoso menyusul mundur karena kedua rekan sesama pemain asing dipecat.

Sebelum Thiago ikut keluar dari skuat Surabaya United, tim besutan Ibnu Grahan sudah kehilangan empat pemain sekaligus. Selain Otavio Dutra, Pedro Javier, dan Jendry Pitoy, mereka juga tidak bisa diperkuat Rudi Widodo, yang terkena larangan sekali main akibat kartu merah yang diterima di pertandingan sebelumnya.

Itulah mengapa tidak hanya melakukan pembenahan teknis, manajemen dan tim pelatih Surabaya United berkonsentrasi untuk memulihkan mental pemain. Mereka juga terus menyuntikkan motivasi pada pemain agar tampil maksimal di laga tersebut.

 

Ini di sini untuk mengetahui kronologi pemecatan Jose Mourinho