3 Pemain Kunci Persib untuk Jegal Arema

oleh Aning Jati diperbarui 03 Apr 2016, 10:00 WIB
Tiga pemain Persib ini layak jadi pemain kunci ketika tim Maung Bandung menghadapi Arema di final Torabika Bhayangkara Cup 2016. (Bola.com/Rudi Riana)

Bola.com, Jakarta - Duel seru bakal tersaji di final Torabika Bhayangkara Cup 2016 yang dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4/2016) malam. Pelaku duel itu adalah Arema Cronus dan Persib Bandung, dua klub yang memang jadi unggulan di turnamen untuk memeringati HUT Bhayangkara ini.

Sempat menyuguhkan performa tak meyakinkan di awal turnamen, tepatnya ketika ditahan Mitra Kukar 1-1 di laga perdana sekaligus pembuka turnamen (17/3/2016), tim Maung Bandung langsung tancap gas di laga selanjutnya.

Secara beruntun setelah itu tim asuhan pelatih Dejan Antonic ini memenangi tiga laga, masing-masing melawan Pusamania Borneo FC 1-0, PS TNI 2-0, dan Sriwijaya FC juga dengan skor 2-0. Di partai semifinal mereka mengalahkan Bali United 1-0.

Hasil tak terkalahkan di fase penyisihan itu membuat tim Pangeran Biru tak hanya lolos sebagai pemuncak klasemen Grup A (Bandung), tetapi juga mencatatkan statistik apik lain. Atep dkk. memiliki rekor kebobolan paling sedikit, yakni satu gol.

Catatan itu sebenarnya sama dengan yang diukir Arema dan PS Polri. Namun, dibandingkan dua tim itu, Persib memiliki koleksi gol lebih baik. Bila PS Polri hanya mampu mengoleksi empat gol dan Arema tiga gol, Persib mengoleksi enam gol. Dari seluruh peserta Torabika Bhayangkara Cup 2016, koleksi gol Persib hanya kalah dari Sriwijaya FC, yang memiliki koleksi tujuh gol.

Advertisement

Tetapi, lagi-lagi Persib lebih unggul secara keseluruhan karena rekor kebobolan Laskar Wong Kito cukup tinggi, yakni enam gol, sehingga hanya surplus satu gol. Sedangkan dengan rekor yang dicatatkan, selisih gol Persib mencapai lima gol.

Praktis, klub juara Piala Presiden 2015 ini memiliki lini depan paling tajam dan barisan belakang paling kokoh. Lini tengah sebagai pengkreasi serangan juga tak boleh dilupakan kontribusinya.

Permainan Persib yang mengandalkan kolektivitas sejak ditangani Dejan Antonic memang sedikit menyulitkan untuk mencari pemain yang benar-benar menonjol di antara rekan-rekannya. Namun, setidaknya ada tiga pemain, dari setiap lini, yang mendapat kepercayaan Dejan untuk mengisi posisi inti.

Dari sekian pilihan, ada nama Samsul Arif (penyerang), Kim Jeffrey Kurniawan (gelandang), dan Vladimir Vujovic. Ketiganya mendapat opsi pertama untuk dimainkan Dejan.

Akan tetapi, dari ketiganya hanya Kim Jeffrey yang 100 persen bermain sebagai starter sementara Vujovic sekali absen lantaran mengantongi hukuman akumulasi kartu kuning saat PS TNI, dan Samsul turun sebagai cadangan di partai perdana kontra Mitra Kukar.

Meski begitu, melihat kontribusi ketiganya selama penyisihan hingga semifinal, pantas bila Samsul Arif, Kim Jeffrey Kurniawan, dan Vladimir Vujovic akan jadi pemain kunci Persib Bandung untuk menjegal ambisi Arema Cronus memenangi laga final.

1. Samsul Arif

Persib merasa beruntung bisa mendapatkan Samsul Arif. Maklum, striker ini memang sangat dirindukan tim pujaan bobotoh. Sebenarnya sudah lama Persib terus mengejar tanda tangannya. Tetapi, sang pemain menyatakan masih betah di Arema.

Pada akhirnya dengan pendekatan ala Persib, hati Samsul Arif luluh. Kontrak dua tahun pun langsung disodorkan Persib buat Samsul Arif. Sekarang setelah bergabung dengan Persib, Samsul mampu konsisten membuktikan ketajamannya.

Dari tipe permainan, Samsul bisa dimainkan sebagai penyerang sayap atau striker murni. Dengan dua kemampuan yang sama bagusnya itu, Samsul Arif sangat berguna buat pelatih ketika harus mengubah formasi saat pertandingan sedang berlangsung. Kadang pemain asal Bojonegoro ini juga dimasukkan sebagai pemain pengganti dan tetap bisa mencetak gol.

Secara umum, Samsul Arif punya kelebihan dari sisi kecepatan lari dan kegigihaan dalam mempertahankan bola. Di penyisihan grup Torabika Bhayangkara Cup ini misalnya, Samsul sering membuat bek lawan kerepotan menjaganya. Berkali-kali Samsul mampu mengecoh bek lawan dengan kecepatan lari dan dribelnya. Saat ini Samsul juga tercatat sebagai salah satu calon kuat topscorer Torabika Bhayangkara.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

2. Kim Jeffrey Kurniawan

Baru bergabung dengan Persib beberapa bulan lalu, pemain naturalisasi asal Jerman ini langsung nyetel dengan permainan tim. Perannya di lini tengah tim Maung Bandung terbilang krusial. 

Hal itu karena Kim bisa dimainkan sama bagusnya baik sebagai gelandang bertahan maupun gelandang menyerang. Dengan begitu pelatih leluasa dalam menerapkan taktik atau saat harus mengubah strategi ketika pertandingan berlangsung.

Meski memiliki badan relatif kecil, Kim Jeffrey Kurniawan tidak pernah takut untuk beradu fisik dengan pemain lawan. Kadang badan kecil itu justru memberi keuntungan buat dirinya karena memiliki pergerakan yang lincah. Buktinya, tidak jarang Kim dihajar pemain lawan saat sudah kalah langkah atau bisa berkelit dari adangan yang dilakukan.

Dari sisi visi bermain dan pergerakan di lapangan, Kim selalu terlihat berupaya mengejar bola. Ia bahkan selalu terlibat di setiap sudut lapangan, baik saat Persib menyerang maupun bertahan.

Bukti lain yang membuat Kim pantas disebut sebagai poros lini tengah Persib adalah namanya masuk daftar calon pemain terbaik di Torabika Bhayangkara Cup 2016. Hal ini bakal memberi motivasi tersendiri buat Kim yang selama ini sudah dikenal bersemangat ketika bermain.

3. Vladimir Vujovic

Peran pemain asal Montenegro ini di barisan belakang Persib sangat vital. Dengan tipe lugas dan tidak kenal kompromi, pos pertahanan Persib jadi sulit ditembus. Kelebihan lain dari pemain satu ini adalah kerap mencetak gol lewat sundulan saat terjadi sepak pojok. Selain itu Vujovic merupakan eksekutor utama bila Persib mendapatkan penalti.

Vujovic juga dikenal sebagai bek tengah yang mudah bekerja sama dengan siapapun rekan di pertahanan. Di Persib saat ini bila dipasangkan dengan bek tengah Purwaka Yudi, Hermawan, atau Yanto Basna, performa Vujovic tetap stabil. Semua itu alasan itulah yang membuat Vujovic selalu disegani, baik rekan sendiri maupun lawan yang dihadapi.

Namun Persib juga kerap mendapatkan risiko besar karena Vujovic termasuk temperamental. Ia sering terlibat adu mulut, bahkan tidak jarang beradu fisik dengan pemain lawan. Akibatnya Vujovic sangat akrab dengan kartu kuning, bahkan kartu merah, yang membuat Persib harus bekerja keras mencari pemain pengganti saat dirinya absen.

Yang jelas, kehadiran Vujovic selalu memberi rasa aman buat tim saat mendapatkan serangan. Hal ini terbukti dari sedikitnya gol yang tercipta ke gawang Persib karena tangguhnya poros belakang yang dikoordinasi Vladimir Vujovic.