Curahan Hati Yanto Basna soal Kartu Merah dan Kekalahan Persib

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 04 Apr 2016, 10:00 WIB
Rudolof Yanto Basna, bek Persib Bandung tetap bangga berkostum Maung Bandung meski gagal meraih juara Torabika Bhayangkara Cup 2016. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Bek Persib Bandung, Rudolof Yanto Basna mendapat kartu merah (dua kartu kuning) saat laga final Torabika Bhayangkara Cup 2016 melawan Arema Cronus, Minggu (3/4/2016) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dalam laga itu, Persib kalah 0-2.

Yanto diusir wasit Nusur Fadillah pada menit 71, setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Esteban Vizcarra. Ia menendang botol minuman di sisi lapangan dan mengenai Vizcarra. Ditemui bola.com di Hotel Sultan, Yanto blak-blakan soal isi hatinya usai Persib gagal meraih juara.

Mantan bek Timnas U-19 itu memang sudah melupakan kekalahan. Setibanya di hotel, ia langsung mandi dan bersantai di lobi bersama beberapa kerabat yang mengunjunginya.

"Sudah tidak kesal lagi. Kami harus cepat melupakan kegagalan dan fokus persiapan ajang berikutnya," ucap Yanto mengawali pembicaraan dengan bola.com.

Advertisement

Yanto lalu menceritakan kejadian yang ia alami saat mengawal Vizcarra yang berbuah kartu kuning kedua. Yanto mengaku tidak sengaja menendang botol minuman dan mengenai Vizcarra.

"Hakim garis tidak memindahkan botol minuman lalu tertendang oleh saya tidak sengaja. Pada saat yang sama, Esteban Vizcarra berdiri dan botol kena dia," tutur Yanto. 

Saat Yanto diusir wasit, Persib sudah ketinggalan 0-1. Gol pertama Arema dicetak oleh Raphael Maitimo. Setelah bermain dengan 10 orang, kekuatan Maung Bandung menurun. Terbukti, mereka kebobolan lagi pada menit ke-71 lewat sundulan Sunarto hasil umpan Cristian Gonzales. 

Yanto memang kecewa, tapi dia tak mau larut dalam kekalahan. Ia menyebut Persib kurang beruntung pada laga tersebut. "Pemain sudah berusaha maksimal, tapi hasil berbicara lain," imbuhnya. 

Yanto Basna terlihat keal dengan keputusan wasit saat laga final Torabika Bhayangkara Cup di SUGBK, Jakarta, Minggu (3/4/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Soal kepemimpinan wasit, Yanto berharap pihak yang menaungi wasit Indonesia segera melakukan evaluasi. Bila ada keputusan yang dianggap kurang adil, imbasnya akan ke mana-mana, termasuk kemarahan suporter. 

"Semoga ada evaluasi setelah ini. Jangan sampai sepak bola Indonesia menurun terus akibat kualitas wasit yang kurang bagus," tegas Yanto. 

Seusai menjalani pertandingan yang berat baik fisik maupun mental, Yanto Basna ingin berlibur sejenak lalu kembali ke Bandung untuk melanjutkan program latihan.

Bagi pemain jebolan SAD Uruguay yang tahun ini akan berusia 21 tahun, berkostum Persib adalah pengalaman yang sangat berharga. Meski belum satu bulan bergabung Maung Bandung, Yanto sudah merasa kerasan.

"Bobotoh yang membuat saya betah di Bandung. Selain itu, saya juga senang ada banyak pemain top di Persib dan bisa belajar banyak dari mereka," kata Rudolof Yanto Basna menutup pembicaraan.