Kejuaraan Asia: Tontowi / Liliyana Akui Kurang Tenang di Final

oleh Oka Akhsan diperbarui 01 Mei 2016, 17:45 WIB
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, menjadi runner-up Kejuaraan Asia Bulutangkis 2016 di Wuhan, China, Minggu (1/5/2016). (Bola.com/PBSI)

Bola.com, Wuhan - Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, gagal meraih gelar juara pada Kejuaraan Asia Bulutangkis 2016 setelah dikalahkan unggulan pertama dari China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Dalam laga final yang digelar di Wuhan Sports Center Gymnasium, Minggu (1/5/2016), Tontowi/Liliyana harus mengakui keunggulan Zhang/Zhao dalam duel tiga gim dengan skor akhir 21-16, 9-21, 17-21.

Advertisement

"Kami banyak tertekan pada gim kedua. Pada momen itu kami kurang tenang. Padahal seharusnya kami bisa bertahan dan keluar dari tekanan. Akibatnya lawan bisa mengontrol permainan. Pada gim ketiga, poin kami sempat dekat. Namun, kami malah banyak mati sendiri. Intinya pada laga tadi kami kurang mampu mengontrol poin," kata Liliyana Natsir dalam rilis PBSI yang diterima Bola.com.

Tontowi/Liliyana tak berhasil mempertahankan titel Kejuaraan Asia yang diraih pada 2015. Indonesia juga dipastikan pulang tanpa gelar. Tontowi/Liliyana meraih perak, sedangkan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari merebut perunggu.

"Apapun hasilnya kami tetap bersyukur. Ini menjadi evaluasi supaya ke depannya kami bisa lebih baik. Banyak yang masih harus kami pelajari dan perbaiki lagi," ujar Tontowi Ahmad.

"Turnamen ini tak masuk dalam target utama kami. Jadi, apapun hasilnya tak berpengaruh terhadap persiapan ke Olimpiade 2016. Yang terpenting kami sudah berusaha yang terbaik. Kami harus terus berlatih supaya lebih siap lagi," kata Liliyana.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum bisa lepas dari bayang-bayang Zhang Nan/Zhao Yunlei. Dari 18 pertemuan, ganda campuran terbaik Indonesia itu baru lima kali menang dan selalu kalah dalam delapan duel terakhir melawan Zhang Nan/Zhao Yunlei, termasuk pada Kejuaraan Asia Bulutangkis 2016.