Ketika Sundulan Bambang Pamungkas Jadi Mimpi Buruk bagi PS TNI

oleh Ario Yosia diperbarui 10 Jun 2016, 23:33 WIB
Striker Persija, Bambang Pamungkas, duel udara dengan pemain PS TNI pada laga Torabika Soccer Championship 2016 di SUGBK, Jakarta, Jumat (10/6/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo yang mempertemukan duel Persija Jakarta kontra PS TNI di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (10/6/2016), berkesudahan 1-0. Gol tunggal kemenangan Tim Macan Kemayoran dicetak oleh Ade Jantra yang merupakan hasil kolaborasi dengan Bambang Pamungkas.

Bepe memberi assist pada juniornya lewat aksi sundulan yang menjadi kelebihannya.

Persija berinisiatif memegang kendali permainan sejak menit awal. Bambang Pamungkas diplot sebagai penyerang tunggal dengan skema 4-2-3-1. Macan Kemayoran banyak mengumbar umpan-umpan lambung, memanfaatkan kelebihan Bepe dalam urusan duel bola udara.

Advertisement

Pada menit ke-18 Novri Setiawan memberi ancaman lewat tendangan keras dari sisi kanan area kotak penalti PS TNI. Hanya saja tendangan keras menyisir tersebut melenceng beberapa meter dari mistar gawang.

Sayang, selepas itu hampir tak ada ancaman yang diberikan oleh penggawa Macan Kemayoran ke lini pertahanan  tim asuhan Eduard Tjong.

Serangan Persija lebih banyak terputus begitu memasuki area kotak penalti lawan. Ada kesan permainan tim ibu kota permainannya monoton.

Bola-bola lambung yang diarahkan ke jantung pertahanan begitu mudah dimentahkan oleh Manahati  Lestusen cs.

Gelandang Persija, Novri Setiawan, berusaha melewati hadangan pemain PS TNI pada laga Torabika Soccer Championship 2016 di SUGBK, Jakarta, Jumat (10/6/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Strategi Edu yang memasang trio stoper efektif meredam gerak Bambang Pamungkas. Striker bernomor punggung 20 tersebut, yang terlihat masih memiliki masalah kebugaran, terisolasi tanpa bisa berbuat apa-apa.

Memasuki babak kedua Persija kian meningkatkan intensitas serangan. Melihat rapatnya pertahanan PS TNI, para pemain tim tuan rumah tak melulu memaksakan diri melayangkan umpan-umpan lambung.

Ismed Sofyan dkk. lebih banyak berani melakukan tembakan-tembakan jarak jauh. Hasilnya pada menit 50, Amarzukih sempat  memberi ancaman pada kiper PS TNI, Dhika Bhayangkara, lewat tembakan keras terukur.

Dua menit berselang memanfaatkan tendangan bebas Ismed, giliran Bambang yang menciptakan kepanikan di lini pertahanan PS TNI lewat sundulan kepalanya.

Aksi individu Novri Setiawan pada menit 64 dengan melewati tiga pemain hampir saja berbuah gol. Beruntung  Dhika cukup sigap menghalau tendangan keras saat posisi sudah satu lawan satu.

Melihat Bepe kesulitan berkreasi, Paulo Camargo melakukan perubahan strategi dengan memasukkan striker tambahan: Rahmat Affandi pada menit 69. Persija menggeber permainan lebih terbuka. Hasilnya pada menit 79 Persija menggetarkan gawang PS TNI.

Umpan lambung jarak jauh Ismed Sofyan disambar Bepe lewat sundulan menjadi assist ke Ade Jantra yang mencetak gol lewat heading.

Hingga pertandingan berakhir skor pertandingan tidak berubah. Hasil negatif ini membuat posisi PS TNI kian terpuruk di jajaran papan bawah TSC 2016.

Mengarungi enam pertandingan klub amatir yang membeli lisensi Persiram Raja Ampat tersebut belum pernah meraih satu pun kemenangan. Mereka hanya meraih tiga kali hasil imbang, plus tiga kekalahan. Di mana dua di antaranya terjadi di kandang sendiri.

Susunan Pemain Utama

Persija (4-2-3-1): Andritany Ardhiyasa (Kiper); Ismed Sofyan, Maman Abdulrahman, Willian Silva Pacheco, Andik Rendika Rama (Belakang); Novri Setiawan,  Ambrizal Umanailo, Ade Jantra Lukmana, Amarzukih, Soon Hak-hong (Tengah); Bambang Pamungkas (Depan)

Pelatih: Paulo Camargo

PS TNI (3-5-2): Dhika Bhayangkara (Kiper); Syaiful Ramadhan, Wanda Syahputra, Wiganda Pradika (Belakang); Iman Fathurohman, Legimin Raharjo, Manahati Lestusen, Wawan Febrianto (Tengah); Aldino Herdiyanto, Pandi Ahmad Lestaluhu, Tambun Dibty Naibaho (Depan)

Pelatih: Eduard Tjong