Rapor Pemain Pemecah Rekor Transfer Termahal Dunia (1)

oleh Aditya Wicaksono diperbarui 03 Agu 2016, 17:00 WIB
Rapor para pemain pemecah rekor transfer. (AFP)

Bola.com, Jakarta - Harga transfer pemain kini telah mencapai angka yang di luar nalar. Klub-klub elit Eropa tidak gentar untuk mengeluarkan uang dengan jumlah yang selangit untuk memboyong pemain incarannya. Hal tersebut dilakukan demi jaminan prestasi dan gengsi klub.

Advertisement

Rekor pemain termahal saat ini masih dipegang oleh Gareth Bale yang diboyong Real Madrid dengan harga 86 juta pondsterling (Rp 1,5 triliun) pada tahun 2013. Klub raksasa Spanyol tersebut memang dikenal royal dalam memecah rekor transfer termahal di dunia. Dalam 20 tahun terakhir, Los Blancos lima kali memecah rekor transfer dunia. Hal uniknya adalah, Real Madrid memecahkan rekor yang mereka cetak sendiri.

Kini, Manchester United siap memecahkan rekor transfer Bale. Setan Merah dikabarkan telah mengajukan tawaran sebesar 112 juta poundsterling (Rp 1,962 triliun) untuk memboyong gelandang serang asal klub Juventus, Paul Pogba.

Namun, Sejarah membuktikan kalau beberapa pemain berlabel 'pemecah rekor transfer' tidak selalu bisa menunjukkan ekspektasi yang dibebankan kepadanya.

Berikut rapor pemain yang berlabel 'pemecah rekor transfer' (1):

2 dari 6 halaman

1

Rapor para pemain pemecah rekor transfer. (AFP)

Alan Shearer (1996)
Alan Shearer merupakan striker terbaik Inggris pada generasinya. Lahir di Gosforth, Newcastle, Shearer menimba karier sepak bolanya bersama Southampton. Puncak kariernya terjadi ketika ia membawa Blackburn Rovers menjuarai Premier League musim 1994-95. Satu musim berselang, Shearer yang diminati Manchester United, memilih bergabung dengan klub idolanya, Newcastle United.

The Magpies menebus Shearer dengan harga 15 juta poundsterling (Rp 261,75 miliar). Harga tersebut menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia kala itu. Penampilan Shearer bersama Newcastle sangat memuaskan. Ia menjalani tugasnya sebagai striker dengan baik setelah menyumbang banyak gol. Namun selama sepuluh musim membela The Toon Army, Shearer tidak pernah memberikan gelar satu pun. Pemain yang identik dengan nomor punggung 9 ini mencatatkan 206 gol dalam 405 penampilan bersama Newcastle.

3 dari 6 halaman

2

Rapor para pemain pemecah rekor transfer. (AFP)

Ronaldo Nazario de Lima (1997)
Ronaldo Nazario de Lima sempat menyita perhatian dunia ketika Barcelona rela mengeluarkan uang sebesar 12,75 juta poundsterling (Rp 222,49 miliar) untuk menebusnya dari PSV Eindhoven pada awal Juli 1996. Ronaldo yang saat itu masih berusia 20 tahun menjadi sorotan publik karena menjadi pemain termahal di dunia. Namun, rekor ini hanya bertahan selama beberapa minggu setelah Newcastle menebus Shearer dari Blackburn.

Ronaldo menjalani musim kompetisi yang indah bersama Barcelona. Gol demi gol ia lesakkan dengan leluasa, namun Ronaldo gagal membawa El Barca menjadi kampiun La Liga. Pembicaraan kontrak yang tidak menemui titik temu membuat El Phenomenon memutuskan untuk meninggakan Barcelona pada akhir musim 1996-97. Inter Milan datang dan membelinya dengan harga 19.5 juta poundsterling (Rp 340,28 miliar). Harga ini kembali membuatnya menjadi pemain termahal di dunia melampaui harga Alan Shearer.

Namun kiprah Ronaldo bersama Inter Milan tidak pernah menuai ekspektasi yang diharapkan. Cedera lutut menghalanginya untuk memberikan kontribusi besar bagi Nerazzurri. Ronaldo sempat absen semusim penuh pada 2000-01. Setelah pulih dan membawa Brasil menjadi juara dunia 2002, Ronaldo memilih meninggalkan Inter dan bergabung dengan Real Madrid. Lima musim berada di Inter Milan, Ronaldo hanya mencatatkan 99 penampilan dan menyumbang 59 gol.

4 dari 6 halaman

3

Rapor para pemain pemecah rekor transfer. (AFP)

Denilson de Oliveira (1998)
Real Betis membuat berita istimewa ketika memboyong Denilson de Oliveira ke Benito Villamarin pada Agustus 1998 dengan memecah rekor transfer pemain yang sebelumnnya dipegang oleh Ronaldo. Winger asal Brasil ini dibeli Real Betis dengan harga 22 juta poundsterling (Rp 383,9 miliar) dan diprediksi bisa memberikan prestasi untuk klub La Liga tersebut.

Namun ekspektasi yang dibebankan kepada Denilson cukup besar. Ia gagal beradaptasi dengan sepak bola Spanyol dan gagal menyelamatkan Real Betis dari jeratan degradasi pada musim keduanya berada di klub tersebut. Meskipun memiliki teknik sepak bola yang tinggi, Denilson tidak bisa mencapai titik tertinggi dalam kariernya. Denilson meninggalkan Betis pada tahun 2005 dan bergabung dengan Bordeaux.

5 dari 6 halaman

4

Rapor para pemain pemecah rekor transfer. (AFP)

Christian Vieri (1999)
Christian Vieri bergabung ke Inter Milan setelah ditebus dari Lazio dengan harga 32 juta poundsterling (Rp 558,4 miliar). Harga ini membuat Vieri melampaui harga Denilson dan membuatnya menjadi pemain termahal dunia. Impian Massimo Moratti kala itu adalah menduetkan striker terbaik di dunia, yaitu Vieri dan Ronaldo. Namun impian ini tidak berjalan mulus setelah keduanya kerap diganggu cedera.

Vieri dan Ronaldo baru bisa berkontribusi besar pada musim 2001-02 ketika hampir membawa Inter meraih Scudetto. Namun kekalahan dari Lazio pada pekan terakhir, membuat impian Inter pupus. Ronaldo hengkang ke Real Madrid sementara Vieri bertahan hingga tahun 2005 sebelum akhirnya bergabung dengan AC Milan. Selama enam musim berada di Inter, Vieri tampil sebanyak 190 pertandingan dan menyumbang 123 gol.

6 dari 6 halaman

5

Rapor para pemain pemecah rekor transfer. (AFP)

Hernan Crespo (2000)
Hernan Crespo dikenal sebagai satu di antara striker tajam di Liga Italia Serie A. Pemain asal Argentina ini mencetak 80 gol selama empat musim berkostum Parma. Catatan tersebut membuat Lazio tidak ragu untuk memboyongnya pada Agustus 2000 dengan harga rekor dunia, 36 juta poundsterling (Rp 628,21 miliar).

Hernan Crespo didatangkan untuk membawa Lazio mempertahankan gelar Scudetto. Pada musim perdananya, penyerang Argentina ini menyumbang 28 gol dari 40 penampilan. Pada musim keduanya, Crespo sempat diganggu cedera, namun ia tetap berhasil menyumbang 20 gol dari 33 penampilan. Krisis finansial yang melanda Biancoceleste membuat klub terpaksa menjual Crespo ke Inter Milan pada tahun 2002.

Sumber: Berbagai Sumber

Berita Terkait