PON 2016: Jateng Diharapkan Main Lepas Kontra DKI

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 15 Sep 2016, 15:15 WIB
Kekalahan di laga perdana membuat tim PON Jateng wajib memenangi dua laga sisa termasuk melawan DKI Jakarta. (Bola.com/Romi Syahputra)

Bola.com, Bogor - Tim sepak bola Jateng mengawali kiprah di PON 2016 Jabar dengan hasil minor. Skuat racikan Anjar Jambore tumbang 1-2 dari tuan rumah di Stadion Pakansari, Cibinong, Rabu (14/9/2016).

Jabar unggul lebih dulu lewat penalti Febri Haryadi menit ke-53. Gelandang serang Andika Dian Asruri sempat menyamakan skor, menit ke-77 sebelum Jabar akhirnya mengunci kemenangan lewat sepakan pemain pengganti, Heru Susanto, empat menit jelang bubaran.

Menanggapi kekalahan itu, Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Lin Eng, menilai para pemain tidak bisa bermain lepas dan seperti demam panggung.

"Laga pertama memang berat karena mental pemain tegang dan gugup sehingga pola permainan sedikit tidak berjalan. Itu juga terjadi saat kualifikasi lalu. Secara umum sebetulnya permainan Jateng juga baik terutama babak kedua," kata Johar Lin Eng kepada Bola.com, Kamis (15/9/2016).

Advertisement

Berkaca pada hasil sepanjang kualifikasi, sejatinya Jateng tampil cukup trengginas namun harus bersusah payah untuk menggebuk Pra PON Banten 2-1. Permainan Jateng membaik setelah mampu menahan tim kuat sekaligus favorit peraih tiket ke putaran final, Pra-PON Jatim, tanpa gol. Lalu menghajar Pra PON DIY 2-0 dan bermain 1-1 dengan DKI Jakarta.

Untuk merebut tiket ke babak 8 besar PON 2016, tim PON Jateng wajib menyapu bersih dua laga sisa melawan DKI Jakarta (16/9/2016) dan Bali (18/9/2016).

"Saya berharap mental bertanding para pemain lebih membaik. Mereka harus bermain lepas tanpa beban agar seluruh kemampuan bisa dikeluarkan," tutur Johar.

Disinggung kualitas tim PON DKI Jakarta, Johar menilai tim ibu kota negara memiliki kualitas pemain yang cukup baik. Dirinya enggan melihat hasil seri di babak kualifikasi mengingat materi pemain banyak yang berubah.

"Melawan Jabar uji coba dulu kami menang 4-1, namun saat di PON justru kalah. Makanya kami tak ingin meremehkan siapapun lawannya," tegas Johar.