Pelatih Thailand: Mengalahkan Malaysia di Final Terasa Biasa Saja

oleh Aning Jati diperbarui 30 Agu 2017, 14:20 WIB
Pelatih Timnas Thailand U-22, Worrawoot Srimakha, menyebut sensasi mengalahkan Vietnam lebih terasa ketimbang Malaysia di final. (Bola.com/Dok. FA Thailand)

Bola.com, Selangor - Pelatih Timnas Thailand U-22, Worrawoot Srimakha, mengaku biasa saja selepas tim asuhannya mengalahkan Malaysia di partai final SEA Games 2017. Pada pertandingan yang dimainkan di Stadion Shah Alam, Selangor, Selasa (29/8/2017) malam, Timnas Thailand U-22 menang 1-0 lewat gol bunuh diri kiper tim lawan pada menit ke-39.

Worrawoot senang, tentu saja, bisa membawa Thailand kembali mempertahankan medali emas di SEA Games. Namun, ternyata kemenangan atas Malaysia ini tidak membuatnya sebahagia ketika Timnas Thailand U-22 mampu menggulung Vietnam di laga terakhir penyisihan Grup B (24/8/2017).

Advertisement

Ketika itu, Vietnam tampil meyakinkan di Grup B sementara The War Elephant bisa dikategorikan di ujung tanduk karena duel kontra Vietnam merupakan laga hidup-mati buat sang juara bertahan. Di luar dugaan, Chenrop Samphaodi dkk. mampu mengalahkan Vietnam dengan telak, skor 3-0, dan melaju ke semifinal.

Timnas Thailand U-22 merayakan gol bunuh diri Malaysia di final SEA Games 2017. (Bola.com/Dok. FA Thailand)

Itulah titik balik Timnas Thailand U-22. Selepas itu ada kemungkinan pelatih yang juga mantan striker Timnas Thailand itu sudah yakin bisa mengalahkan siapapun lawan yang akan dijumpai Timnas Thailand U-22 di semifinal, termasuk menantang Malaysia di partai final.

"Bagi saya, perasaan sesaat setelah mengalahkan Vietnam terasa lebih menyenangkan. Mengalahkan Vietnam itu tugas berat dan kemenangan benar-benar jadi keberuntungan buat kami," kata Worawot seperti dikutip di situs resmi Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT), Selasa (29/8/2017).

Meski begitu, Worrawoot Srimakha tetap menaruh respek pada Timnas Malaysia U-22 yang disebutnya memberikan perlawanan sengit di depan 80 ribu pendukung yang memadati Stadion Shah Alam.

"Terima kasih kepada Malaysia karena memberi perlawanan keras. Saya percaya pengalaman bermain di depan puluhan ribu suporter lawan bisa semakin mematangkan pemain saya," kata Worrawoot Srimakha.