Songsong 9 Event Internasional Sepak Bola, PSSI Ajak Kemenpora Kolaborasi

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 13 Apr 2018, 17:30 WIB
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (2kanan) saat mendampingi Delegasi FIFA terkait pemberian bantuan FIFA sebesar USD 13,500,000.- di Kantor PSSI, Jakarta, Minggu (19/2/2017). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Plt. Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menyambut antusias adanya sembilan event besar sepak bola yang akan diikuti Indonesia sepanjang kalender tahun 2018. Demi menyukseskan hal tersebut, Joko menilai PSSI siap bersinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Advertisement

Indonesia akan menggelar sembilan event sepak bola yaitu Piala AFF U-15, Piala AFF U-18, Piala AFF Futsal, Piala AFF Futsal antar klub, Piala AFF Wanita, Piala AFF Wanita U-18, Sepak bola pantai, Asian Games, dan Piala Asia U-19.

Joko mengaku PSSI tak ingin menganggap event tersebut sebagai beban. Menurut dia, sebagai tuan rumah Indonesia harus siap dan berani menghadapi tantangan tersebut.

"Dikaitkan dengan banyaknya event ini sebenarnya bagi PSSI tidak ingin melihat sebagai sebuah beban. Ini tantangan yang akan diukur dalam perspektif kinerja semata-mata," kata Joko Driyono setelah diskusi PSSI Pers mengenai tantangan PSSI selama 2018, Kamis (12/4/2018).

"Ini proses yang juga penuh dengan cerita penting. Tentunya menjadi satu bagian dari multievent yang sudah dirancang oleh negara, seperti KOI, Kemenpora, dan sejumlah elemen pendukung. Sepak bola menjadi satu bagian penting dari multicabang yang akan dipertandingkan," ucap pria yang akrab disapa Jokdri itu.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S. Dewa Broto, mengaku pihaknya siap turut andil membantu PSSI. Namun, untuk saat ini Kemenpora akan membiarkan PSSI untuk bekerja sendiri dulu.

"Ini kesempatan bagi kami untuk ikut andil juga. Bukan berarti apa-apa juga, saya mencoba untuk menahan diri, membiarkan PSSI berjalan dengan sendiri dulu," ujar Gatot.

"Saya sifatnya pasif kalau ditanya baru menjawab dan kalau dituntut supaya aktif saya mencoba mengurangi. Bukan dilarang oleh Pak Menteri, tidak, akan tetapi karena beliau tetap memberikan kewenangan penuh pada PSSI dan di luar itu juga karena ada kesibukan Asian Games," jelas Gatot.

 

Berita Terkait