Tekuk Perseru, Barito Putera Sebut Merupakan Berkah Ramadan dan Kota Malang

oleh Iwan Setiawan diperbarui 18 Mei 2018, 03:45 WIB
Pemain Barito Putera rileks saat unggul di babak pertama dari Perseru di Stadion Gajayana, Malang, Kamis (17/5/2018). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Barito Putera berhasil memetik poin sempurna ketika menjalani pertandingan tandang melawan Perseru Serui, Kamis malam (17/5/2018). Tim berjulukan Laskar Antasari ini menang berkat gol tunggal Rizky Pora di menit ke-37.

Di awal pertandingan, sebenarnya kedua tim bermain seimbang. Maklum, Perseru sebagai tuan rumah juga merasa bermain tandang karena pertandingan ini dilangsungkan di Stadion Gajayana, Malang.

Penyebabnya, Stadion Gelora Marora, Serui, tidak memenuhi standar untuk bermain malam hari lantaran penerangan yang dimiliki masih jauh dari kata layak.

Pelatih Barito Putera, Jacksen F. Tiago, menyebutkan timnya menang karena semangat pemain berlipat. Yang pertama, Samsul Arif dkk. bermain setelah menjalani hari pertama ibadah puasa.

"Tim lawan mayoritas tidak puasa karena non Muslim. Sedangkan pemain kami banyak yang puasa. Tapi, saya sampaikan kepada mereka, puasa justru akan memberikan berkah. Bukan melemahkan," kata mantan pelatih Persipura Jayapura ini.

Advertisement

Yang kedua, tentu karena pertandingan dihelat di Malang. Jika bermain di Serui, bisa jadi banyak faktor nonteknis. Satu di antaranya seperti soal kepemimpinan wasit.

Saat pertandingan, Jacksen beberapa kali melakukan protes karena wasit Totok Fitrianto dianggap jarang memberikan pelanggaran kepada Barito Putera. Padahal, banyak pemain Perseru melakukan pelanggaran keras.

"Justru sekarang kami menang, jadi saya mau komentar tentang wasit. Berkomentar tentang wasit saat kalah, itu hanya dianggap mencari alasan. Semua bisa menilai sendiri tadi seperti apa. Ada dua kemungkinan. Pertama kualitas dia memang seperti itu. Yang kedua sengaja melakukan hal itu," protesnya.

Beberapa pemain Barito Putera sempat mengeluh di kamar ganti. Mereka banyak dirugikan. Andaikan pertandingan ini dilangsungkan di Serui, mereka memprediksi tidak akan menang.

"Di ruang ganti, pemain saya bicara, kalau main di Serui, kami mungkin bisa kalah sampai 0-4 dengan kondisi seperti tadi. Untung sekarang bermain di Malang," lanjut pelatih asal Brasil itu.