Ini Dia Raja Kartu Baru di Skuat Arema FC

oleh Iwan Setiawan diperbarui 03 Jun 2018, 04:15 WIB
Israel Wamiau, raja kartu baru di skuat Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Nama Israel Wamiau kini mulai populer bersama Arema FC. Meski dia hanya pemain cadangan, bek 23 tahun ini punya karakter kuat. Mantan pemain Persipura Jayapura sering memperlihatkan permainan keras.

Saat ini, dia jadi raja kartu kuning Arema. Dari lima kali kesempatan bermain yang didapatkannya, Wamiau menerima empat kartu kuning. Hanya satu pertandingan lawan Bali United dia tidak dikartu wasit.

Terakhir, saat melawan PSIS kemarin (1/6/2018), dia dikartu kuning ketika baru empat menit masuk sebagai pemain pengganti. Usai pertandingan, Wamiau langsung dihampiri MC pertandingan sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing. Ovan terlihat memberikan saran agar tidak terlalu sering mendapatkan kartu kuning.

Advertisement

Jebolan tim PON Papua ini jadi harapan Arema ketika duet stoper Arthur Cunha atau Purwaka Yudi tidak fit. Wamiau pun menanggapi saran tersebut. Dia menjelaskan jika tidak memiliki niat untuk melanggar lawan.

"Tidak ada pikiran untuk ambil orang. Saya hanya ingin mengamankan pertahanan," katanya.

Namun, beberapa kali Wamiau ingin mengamankan pertahanan dengan tekel berbahaya. Jika selalu menerima kartu kuning di setiap pertandingan, tentu Arema juga merugi jika dia absen karena akumulasi kartu.

Selain itu, jika banyak pelanggaran terjadi dekat kotak penalti, lawan bisa memanfaatkannya dengan tendangan bebas. Sehingga Wamiau kini perlu memperbaiki akurasi tackling. Sehingga tidak banyak pelanggaran yang dibuatnya.

Perolehan kartu Wamiau sama dengan koleksi Arthur Cunha. Namun bek asal Brasil itu lebih banyak, yaitu 9 pertandingan. Torehan satu kartu kuning lagi bisa membuat Arthur maupun Wamiau absen dalam satu pertandingan didepan.

Sebuah kerugian jika sampai hal itu terjadi. Meskipun stok stoper Arema masih memiliki M. Zaenuri, pemain yang juga identik dengan permainan keras. Sayangnya, dia sering melakukan kesalahan dan kurang disiplin saat mengawal lawan.

Berita Terkait