2 Catatan Apik Lalu Muhammad Zohri walau Belum Menyumbang Medali

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 27 Agu 2018, 05:45 WIB
Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, saat berlaga pada nomor 100 meter Asian Games di SUGBK, Jakarta, Minggu (26/8/2018). Lalu Zohri finish di urutan ke tujuh dengan catatan waktu 10,20 detik. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Lalu Muhammad Zohri finis pada posisi ketujuh dalam final lari 100 meter putra atletik Asian Games 2018, Minggu malam (26/8/2018) di lapangan atletik Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Zohri finis di posisi ke-7 dengan catatan waktu 10.20 detik. 

Walau belum meraih medali, sprinter asal NTB itu membuat dua catatan penting. Pertama, Zohri adalah finalis termuda dalam lomba lari 100 meter putra Asian Games ke-18 ini.

Advertisement

Zohri merupakan pelari kelahiran 7 Januari 2000. Sementara, enam finalis lainnya, kelahiran di bawah tahun 2000. Peraih medali emas asal China, Su Bingtian, kelahiran 1989. Ia menjadi manusia tercepat di Asia setelah memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 9.92 detik.

Sementara peraih perak asal Qatar, Tosin Ogunode kelahiran 1994. Ryota Yamagata dari Jepang yang meraih perunggu kelahiran 1992. Mohammed Abdullah Abkar dari Arab Saudi yang finis di posisi keempat kelahiran 1997.

Yang Chunhan dari Chinese Taipei juga lahir pada 1997. Ia menempati posisi kelima. Sementara pelarih asal Iran, Hassan Taftian lahir tahun 1993 dan Kim Kuk-young dari Korea Selatan lahir tahun 1991.

Catatan apik kedua yang dimiliki Zohri adalah, dia merupakan satu-satunya pelari Asia Tenggara yang menembus final. Pada babak kualifikasi, ada sembilan pelari asal Asia Tenggara, termasuk Zohri dan kompatriotnya, Boby Yaspi.

Namun, hanya Zohri yang mampu melenggang ke final, setelah menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 10.24 detik, pada semifinal.

Pada Asian Games 2018, Zohri memang tidak diberi target medali oleh PP PASI. PASI menyadari, lawan Zohri di Asian Games merupakan sprinter senior.

Zohri juga tak kecewa dan siap memperbaiki catatan waktunya demi tampil dan berprestasi di Olimpiade 2020. "Saya kurang cepat ketika melakukan start. Selain itu, ketika 80 meter terakhir perasaan saya tegang sekali," kata Zohri seusai perlombaan.

"Mimpi saya untuk bisa tampil di Olimpiade. Dua tahun lagi semoga kedepannya bisa memperbaiki catatan waktu dan meraih yang terbaik," ucap Lalu Muhammad Zohri.

Berita Terkait