Hidayat Akui Tak Ada Dokumen Kompetisi yang Disita Satgas Antimafia Bola

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 23 Jan 2019, 21:05 WIB
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat menyatakan mundur, Senin (3/12/2018). (Bola.net/Fitri Apriani)

Bola.com, Surabaya - Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, Hidayat, mengakui, Satgas Antimafia Bola menyita banyak dokumen pribadinya. Menurutnya, tidak ada satu pun dokumen terkait kompetisi yang dibawa oleh anggota Satgas yang menggeledah seisi rumahnya.

“Saya lupa, tapi sepertinya tidak ada dokumen soal kompetisi, karena semua dokumen itu ada di PSSI. Saya juga bukan pegawai teknis, karena saya waktu itu kan Exco. Hanya dokumen pribadi seperti yang saya sebutkan tadi, ada rekening dan laptop,” ujar Hidayat yang mundur dari jabatannya sebagai anggota Exco PSSI pada 3 Desember 2018.

Advertisement

Hidayat juga mengaku, Satgas tidak menanyakan apa pun tentang laga Madura FC lawan PSS Sleman yang sempat membuatnya disanksi Komisi Disiplin PSSI lantaran terbukti melakukan upaya pengaturan skor kendati tidak terjadi.     

“Tidak ada pertanyaan apa pun terkait hal ini, meski sebagai pengantarnya (Satgas Antimafia Bola melakukan penggeledahan di rumahnya) itu,” ujar Hidayat.

Terkait upaya kepolisian sedang gencar-gencarnya melakukan bersih-bersih sepak bola Indonesia, sebagai mantan Exco PSSI, Hidayat menyatakan dukungannya.

“Saya pikir, semua orang yang cinta negeri ini,  akan cinta dengan kejujuran dengan sportivitas. Maka itu semua harus sportif, jangan lantas membebani, padahal sesungguhnya ikut terlibat,” katanya.

Soal laga Madura FC lawan PSS Sleman, Hidayat meluruskan bahwa kapasitasnya saat itu bukan anggota Exco PSSI.

“Jangan keliru, komunikasi saya dengan Mas Yanuar (Yanuar Herwanto, manajer Madura FC) di awal kompetisi dan kapasitas saya bukan Exco. Saya ditelepon oleh orang Sleman, saya tidak mengatakan itu orang PSS Sleman, mengontak saya dengan kapasitas saya menjadi Madura FC. Mereka tidak tahu (kalau Hidayat bukan manajer Madura FC), karena mereka tidak pernah satu grup,” tuturnya.

Masalah kemudian muncul setelah Madura tidak lolos ke babak 8 besar dan ada peristiwa lain-lain. Menurut Hidayat, pengeledahan kali ini tidak ada kaitannya dengan semua itu. Ini berkaitan dengan upaya bersih-bersih dari mafia bola yang dilakukan Satgas Antimafia Bola bentukan kepolisian.

“Ada tiga dokumen yang saya tandatangani, keterangan penggeledahan, kemudian penyitaan, dan satu lagi tanda terima,” tutup Hidayat.

Berita Terkait