Makna Iduladha bagi Gelandang Serang PSIS

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 11 Agu 2019, 23:30 WIB
Gelandang PSIS Semarang, Bayu Nugroho, melewati gelandang Bhayangkara FC, Alsan Sanda, pada laga Piala Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa (19/2). Bhayangkara FC bermain imbang 1-1 melawan PSIS. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Solo - Pemain PSIS Semarang yang beragama Islam merayakan Hari Raya Iduladha. Satu di antaranya adalah gelandang serang Bayu Nugroho, yang menyempatkan pulang ke kampung halamannya di Kota Solo.

Libur satu hari yang diberikan tim pelatih PSIS Semarang, membuatnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga sekaligus merayakan Iduladha, Minggu (11/8/2019).

Advertisement

Mantan pemain Persis Solo ini mengaku tidak memiliki tradisi khusus di lingkungan keluarga, selain dapat berkumpul bersama.

Namun, menjadi tradisi bagi Bayu Nugroho untuk kembali bisa berkurban seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia berkurban satu ekor kambing untuk kemudian diserahkan di masjid yang berada di dekat rumahnya, Kampung Sewu, Kota Solo.

"Tidak ada tradisi khusus, paling ya berkumpul dengan keluarga. Dimulai dengan salat Iduladha, dan menyembelih hewan kurban. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, saya berkurban seekor kambing," ujar Bayu Nugroho kepada Bola.com.

Pemilik nomor punggung 92 di PSIS Semarang memaknai secara mendalam perayaan Hari Raya Iduladha, yakni mengenai kurban yang seharusnya dilakukan jika memang mampu.

"Untuk saya pribadi, menjadi kewajiban seorang muslim jika mampu, untuk berkurban. Alhamdulilah, saya pribadi berusaha buat menjalankan. Insyaallah akan menambah keberkahan," tuturnya.

Bayu Nugroho bersama rekan di skuat PSIS, sedang berjuang mengembalikan performa Mahesa Jenar yang sedang menurun. PSIS menelan kekalahan beruntun di Shopee Liga 1 2019 yang berujung pada pemecatan pelatih Jafri Sastra.

PSIS Semarang akan kembali melakoni pekan ke-14 dengan menantang tuan rumah Semen Padang (16/8/2019).