Ajak Sang Ibu, Iwan Bule Sampaikan Pernyataan Setelah Menjadi Ketua PSSI

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 02 Nov 2019, 15:10 WIB
Iwan Bule bersama sang ibu setelah terpilih menjadi Ketua Umum PSSI. (Bola.com/Muhammad Adiyaksa)

Bola.com, Jakarta - Mochamad Iriawan terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. Iwan Bule, panggilan akrabnya, mengatakan, doa sang ibu berperan penting mengantarnya menuju tampuk kepemimpinan PSSI.

"Ini berkat doa ibu saya," ujar Iwan Bule di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Advertisement

Saat Kongres Pemilihan PSSI masih berlangsung, Iwan Bule tiba-tiba keluar dari ruangan kongres. Ia mengantar sang ibu yang memakai kursi roda menuju pintu keluar Hotel Shangri-La.

"Ini bukan kemenangan saya. Tapi kemenangan insan sepak bola Indonesia tentunya," kata Iwan Bule.

Iwan Bule terpilih setelah meraih 82 dari 85 suara.

"Semua bertekad untuk memajukan sepak bola yang amat kami cintai. Saya sangat bersyukur," terangnya.

Iwan Bule berjanji akan memimpin PSSI dengan maksimal. Didukung oleh dua wakil ketua umum dan 12 voters, Sekretaris Utama Lembaga Pertahanan Nasional ini berjanji bakal membuat PSSI lebih baik lagi.

"Dari teman-teman voters, insan sepak bola, semuanya ini yang membuat kami untuk bekerja maksimal untuk PSSI dengan back-up mereka," imbuh Iwan Bule.

2 dari 2 halaman

Kongres Panas

Iwan Bule dan Vijaya Dorong-dorongan Jelang Pemilihan Caketum PSSI (Liputan6.com / Cakrayuri Nuralam)

Kongres Pemilihan PSSI berlangsung panas. Enam Calon Ketua Umum (Caketum) PSSI kompak mundur dari kontestasi saat kongres berlangsung. Keenamnya diusir ketika hendak menghampiri delegasi FIFA dan AFC.

Keenam Caketum PSSI tersebut adalah Aven Hinelo, Yesaya Oktavianus, Fary Djemi Francis, Vijaya Fitriyasa, Benny Erwin, dan Sarman El Hakim. Keenamnya bermaksud menginterupsi kongres dengan memberikan surat protes kepada FIFA dan AFC.

Yesaya, satu dari enam caketum yang menarik diri menuduh, Kongres Pemilihan PSSI telah diatur untuk memenangkan satu calon.

"Boleh kami katakan, kongres ini telah disetting untuk mememangkan calon tertentu," kata Yesaya.

"Puncaknya saat kongres ini. Saat kongres dibuka, wartawan disuruh keluar. Lalu, ada petugas keamanan yang mengambil posisi sekitar 10 orang di samping kami. Ini ada apa? Tiga tahun lalu kongres bersih dan steril dari sekuriti."

"Ketika Pak Fary Djemi interupsi, sekitar 2-3 sekuriti langsung mengadang. Kami dicegat. Kesimpulan, kongres ini diatur untuk memenangkan calon tertentu," imbuh Yesaya.

Berita Terkait