Buat Bekal Berlebaran, Bulan Mei Ini Madura United Bayar 2 Kali Gaji ke Pemain

oleh Ario Yosia diperbarui 08 Mei 2020, 20:10 WIB
Skuat Madura United berselebrasi setelah menjebol gawang Bhayangkara FC dalam laga pertama Grup A Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan (10/2/2020). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jakarta - Manajemen Madura United FC memastikan tetap membayarkan gaji kepada para pemain dan offisial tim, sekalipun kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air secara resmi dihentikan akibat pandemi corona COVID-19.

Di masa kompetisi disetop, manajemen mengacu pada keputusan berupa arahan dan rekomendasi dari PSSI, yakni setiap klub wajib membayarkan gaji kepada pemain maupun offisial sebesar 25 persen dari gaji normal.

Advertisement

“Prinsipnya kami tetap komitmen untuk merealisasikan rekomendasi dari PSSI, untuk bulan April 2020 akan kita bayarkan pada akhir 4 Mei 2020. Untuk periode Mei sendiri kita bayarkan maksimal 20 Mei 2020 nanti,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meringankan beban pemain maupun ofisial tim di tengah pandemi COVID-19, terlebih saat ini juga bersamaan dengan momentum Ramadan 1441 Hijriyah, sekaligus menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

“Jadi pada bulan Mei ini, para pemain maupun ofisial Madura United akan akan mendapatkan gaji dua kali: April dan Mei. Hal ini sengaja kami lakukan lakukan mengingat saat ini bersamaan dengan momentum Ramadan 1441, sekaligus menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, saat ini pihaknya bersama Yayasan Madura Peduli Indonesia (YMPI) juga tengah konsen untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya dengan memberikan bantuan bagi para tenaga medis ataupun Tim Satgas COVID-19.

“Untuk saat ini kita juga fokus untuk membantu penanganan dan pencegahan wabah COVID-19, khususnya di wilayah Madura. Bahkan dalam beberapa bulan terkahir, kami juga melakukan donasi hingga aksi sosial lelang jersey pemain untuk menghadapi Covid-19,” ujar Zia Ul Haq Abdurrahim

Video

2 dari 2 halaman

Soroti Kekompakan PSSI dengan PT LIB

Menpora Imam Nahrawi bersama Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi, di Stadion Gelora Madura, Pamekasan (27/7/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, kecewa dengan sikap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB). Kekecewaan itu lantaran PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) saling berdebat dalam surat soal cicilan subsidi klub-klub Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020.

“Mestinya hal begini dibawa ke Rapat Exco, terus diputuskan bersama. Setelah itu baru surat menyurat untuk kelengkapan administrasi,” kata Achsanul Qosasi dalam cuitannya, @AchsanulQosasi.

PSSI meminta operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak memotong jumlah cicilan subsidi klub-klub Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020.

Hal tersebut dinyatakan PSSI dalam surat bernomor 1098/UDN/135/V-2020 bertanggal 5 Mei 2020. Dokumen itu merupakan tanggapan atas surat LIB soal kelanjutan kompetisi dan subsidi klub pada 4 Mei 2020.

"Dirut PT Liga itu Waketum PSSI dan juga Anggota Exco," terang Achsanul Qosasi.

Menurut pria kelahiran Sumenep ini, saling berdebat di surat hingga bocor ke publik menjadi kurang baik. “Bukan surat-suratan begini, saling berdebat di surat, apalagi bocor ke publik dan tidak elok,” tutur Achsanul Qosasi yang juga sebagai pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019-2024.