Timnas Indonesia di Piala AFF: Mendominasi Top Scorer di Tengah Seretnya Prestasi

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 16 Mei 2020, 10:00 WIB
Kolase - Pemain Bambang Pamungkas, Gendut Doni, Kurniawan Dwi Yulianto, Boaz Solossa, Ilham Jaya Kesuma (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia memang belum bisa berbicara banyak di pentas internasional. Pada ajang Piala AFF saja, Tim Merah Putih tidak pernah menjadi yang terbaik di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya. Namun, soal prestasi individu, Indonesia patut berbangga.

Timnas Indonesia berulang kali melangkah hingga final Piala AFF. Akan tetapi, tak sekalipun piala lambang supremasi sepak bola Asia Tenggara itu mampir di lemari trofi. Padahal hampir tiap edisi, Merah Putih selalu digadang-gadang sebagai kandidat terkuat peraih juara.

Advertisement

Timnas Indonesia harus puas dengan status spesialis runner-up karena dari lima kali masuk final, lima kali pula kandas dan hanya meraih tempat kedua. Pada edisi 2000, 2002, dan 2004, Indonesia bahkan mencatatkan hattrick runner-up.

Timnas Indonesia juga pernah empat kali gagal lolos babak grup. Itu didapatkan pada edisi 2007, 2012, 2014, dan yang terakhir pada edisi terakhir, 2018.

Kendati demikian, Indonesia kerap kali memunculkan pemain-pemain yang muncul sebagai top scorer kompetisi. Ini tentunya menjadi hal yang membanggakan di tengah seretnya prestasi Timnas Garuda di Piala AFF.

Bagaimana kiprah barisan mesin gol Timnas di Piala AFF? Berikut Bola.com merangkumnya.

Video

2 dari 4 halaman

Piala AFF 1996 dan 1998

Bima Sakti, saat berduel dengan salah satu pemain Thailand di Piala Tiger 1998. (Bola.com/Dok. AFF)

Pada edisi perdana Piala AFF (dulu masih bernama Piala Tiger), Indonesia kandas di perebutan juara tiga. Sebelumnya, Bima Sakti dkk. ditumbangkan Malaysia di semifinal.

Padahal, seperti yang sudah-sudah, Timnas Indonesia mampu tampil perkasa sepanjang babak fase grup. Namun, performa mereka melempem memasuki fase gugur atau semifinal.

Timnas Indonesia pada Piala AFF 1996 masih dihuni oleh beberapa nama legendaris, mulai dari Peri Sandria, Kurniawan Dwi Yulianto, Fachri Husaini, Aples Tecuari, Robby Darwis, hingga Ansyari Lubus.

Kurniawan dan Peri menjadi top scorer Indonesia dengan lesakkan empat golnya. Fachri Husaini dan Eri Irianto mencatatkan tiga gol.

Ada pun top scorer Piala AFF 1996 dipegang oleh Natipong 'Alfred' Sritong-In yang berhasil menceploskan tujuh gol ke gawang lawan-lawannya.

Mau dua tahun, tepatnya pada Piala AFF 1998, sosok Aji Santoso menjadi pemain yang dielu-elukan pecinta sepak bola Indonesia. Bagaimana tidak, meski berperan sebagai bek sayap, ia dan Miro Baldo Bento menjadi top scorer Timnas dengan koleksi tiga gol.

Top scorer Piala AFF diraih oleh Mypo Hlaing Win. Striker Myanmar itu menorehkan empat gol.

 

3 dari 4 halaman

Piala AFF 2000 dan 2002: Muncul Nama-nama Baru

Gendut Doni Christiawan melakukan selebrasi usai membobol gawang Vietnam di semifinal Piala AFF 2000. (AFP/Pornchai Kittiwongsakul)

Sama seperi Piala AFF 1998, pada Piala AFF 2000, Indonesia kembali tergabing dengan Thailand, Myanmar, dan Filipina. Kembali, Indonesia harus puas berstatus runner-up grup.

Piala AFF 2000 memunculkan Gendut Doni sebagai aktor utama. Bagaimana tidak, meski Indonesia dihuni oleh Aji Santoso, Kurniawan, hingga Uston Nawawi, Gendut berhasil keluar sebagai top scorer tim dan kompetisi.

Menariknya, sepanjang fase grup, performa Gendut sebetulnya tidak terlalu terlihat karena hanya berhasil mencetak dua gol saja.

Dua gol kembali ditambahkan ke rekening Gendut di semifinal kontra Vietnam. Dramatisnya, satu di antara gol itu diceploskan menit 120', atau pada babak tambahan interval kedua yang memastikan tiket final.

Gendut Doni dan Worrawoot Srimaka (Thailand) keluar sebagai peraih Golden Boot dengan koleksi lima gol.

Indonesia kembali memunculkan striker di jajaran top scorer pada Piala AFF 2002. Setelah pada AFF 2000 muncul Gendut Doni, maka pada AFF 2002 ada Bambang Pamungkas, pemain yang kelak menjadi legenda Timnas Indonesia dan Asia Tenggara.

Pada laga kedua fase grup kontra Kamboja, Bambang langsung mencetak hattrick. Tiga golnya membawa Timnas Indonesia menang 5-0.

Pemain yang juga dikenal dengan mama Bepe itu bahkan melesakkan empat gol pada laga melawan Filipina. Tak cuma ia saja, Zaenal Arif juga memborong quattrick.

Koleksi delapan gol Bambang Pamungkas dituntaskan pada babak semifinal kontra Malaysia. Sayang, di final, Indonesia tumnbang menyesakkan dari Thailand lewat drama adu penalti.

 

4 dari 4 halaman

Piala AFF 2004 dan 2008: Sinar Terang Kurniawan, Fenomena Ilham Jaya Kesuma

Ilham Jaya Kesuma saat beraksi di Tiger cup 2004 (HOANG DINH NAM / AFP)

Setelah namanya meredup pada dua edisi sebelumnya, Kurniawan Dwi Yulianto kembali muncul sebagai striker andalan Timnas Indonesia pada Piala AFF 2004.

Kurniawan mencetak lima gol sepanjang turnamen, namun Ilham Jaya Kesuma lah yang menyita perhatian. Di bawah polesan Peter Wiithe, eks Persita Tangerang itu sukses menceploskan tujuh gol.

Selain itu, Indonesia juga memunculkan fenomena baru, dia adalah Boaz Solossa. Akan tetapi, pada debut AFF-nya, pemain yang kini menjadi legenda hidup Persipura Jayapura itu cuma melesakkan empat gol saja.

Empat tahun berselang, giliran Budi Sudarsono yang berhasil keluar sebagai top scorer Timnas Indonesia. Ada tiga pemain yang berstatus top scorer Piala AFF 2008 selain Budi, yakni Agu Casmir dan Teerasil Dangda.

Berita Terkait