4 Rival Baru Marc Marquez untuk Jadi Juara Dunia MotoGP, Simak Juga Kelebihan dan Kekurangannya

oleh Hendry Wibowo diperbarui 02 Jun 2020, 07:00 WIB
Pembalap calon lawan kuat Marc Marquez di masa depan. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Saat naik kelas ke MotoGP tahun 2013, Marc Marquez muda harus menghadapi banyak pembalap yang memiliki usia dan jam terbang lebih tinggi darinya.

Sebut saja Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Valentino Rossi. Semua pembalap senior itu berhasil dikalahkan Marc Marquez.

Advertisement

Kini dari empat nama itu, bahkan hanya Dovizioso dan Rossi yang masih berstatus pembalap utama di MotoGP. Perlu dingat juga, usia dua pembalap asal Italia itu sudah di atas 30 tahun.

Sebuah tanda, karier Dovizioso dan Rossi tidak lama lagi di MotoGP. Kesimpulannya, saat ini, Marquez akan menghadapi banyak pembalap yang memiliki usia sama sepertinya atau bahkan lebih muda.

Sosok-sosok ini bakal jadi rival berat Marquez dalam kurun waktu beberapa musim ke depan. Siapa saja mereka? Apa kelebihan dan kekurangan nama-nama ini? Berikut ulasan Bola.com.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 5 halaman

1. Maverick Vinales (25 tahun)

Duo Movistar Yamaha, Valentino Rossi (kanan) dan Maverick Vinales, sama-sama terpuruk pada balapan MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (13/8/2017). (Yamaha MotoGP)

Kelebihan

Kandidat terdepan untuk mengalahkan Marc Marquez dalam waktu dekat. Kecepatannya tidak perlu diragukan lagi. Vinales bahkan sudah bersinar ketika masih memperkuat Suzuki.

Bersama Suzuki musim 2015-2016, ia bisa merasakan satu kemenangan dan empat podium. Sejak gabung Yamaha tahun 2017, kini ia telah mendapat enam kemenangan dan menggeser Valentino Rossi sebagai pembalap nomor satu.

Kekurangan

Jika menjalani akhir pekan yang buruk, sosok Vinales seperti tidak ada di trek. Menunjukkan level konsistensi pembalap asal Spanyol ini belum cukup untuk mengalahkan Marquez.

Performa motor Yamaha YZR-M1 yang juga banyak kelemahan di banyak sektor jadi batu sandungan Vinales bersaing melawan Marquez setiap putaran.

3 dari 5 halaman

2. Fabio Quartararo (21 tahun)

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, berusaha mengejar Fabio Quartararo, pada MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, Minggu (6/10). Pembalap asal Spanyol itu menyudahi balapan 26 lap dengan catatan waktu 39 menit 36,223 detik. (AP/Gemunu Amarasinghe)

Kelebihan

Fenomena baru di MotoGP. Menjalani musim dengan status rookie tahun 2019, Quartararo bisa mendapatkan tujuh podium dan enam pole position.

Performa hebatnya membuat Yamaha berani berjudi untuk merekrutnya mulai musim 2021 dan mendepak Rossi. Tahun depan, Yamaha punya dua pembalap yang bisa mengalahkan Marquez.

Kekurangan

Quartararo sangat cepat dalam lap tunggal. Cukup melihat fakta ia merasakan enam pole position di MotoGP 2019. Tapi kecepatannya saat lomba belum terlalu menakutkan. Caranya menjaga ban bisa kompetitif sampai finis belum seandal Marquez. 

Patut dilihat juga apakah ia bisa mengatasi tekanan ketika gabung tim pabrikan Yamaha. Jika dua hal ini bisa diatasi, Quartararo bisa jadi sosok menakutkan.

4 dari 5 halaman

3. Alex Rins (24 tahun)

Pembalap Suzuki, Alex Rins finis di posisi kedua pada MotoGP Jerez. (AP Photo/Miguel Morenatti)

Kelebihan

Dua kemenangan dan tiga podium. Plus menempati posisi empat klasemen di MotoGP 2019. Inilah alasan Rins harus dipertimbangkan betul oleh Marquez.

Apalagi sudah terbukti, jika punya paket motor kompetitif, Rins bisa mengalahkan Marquez dalam duel satu lawan satu di Sirkuit Silverstone, Inggris.

Kekurangan

Motor Suzuki GSX-RR perlahan mulai masuk ke level atas atau sejajar Ducati, Honda dan Yamaha. Tapi dalam beberapa lomba di mana menyajikan trek dengan karakteristik tidak cocok dengan GSX-RR, Rins begitu kesulitan.

Alhasil kunci ada di Suzuki. Jika GSX-RR bisa lebih seimbang plus konsisten, nama Rins bisa jadi ancaman nyata untuk Marquez.

5 dari 5 halaman

4. Jack Miller (25 tahun)

Pembalap asal Australia, Jack Miller, mengincar posisi di tim pabrikan Ducati pada MotoGP 2020. (MotoGP)

Kelebihan

Usianya masih 25 tahun tapi sudah mempunyai jam terbang tinggi di MotoGP. Bayangkan ia sudah mentas di kelas tertinggi sejak 2015.

Sampai sekarang, ia sudah mengemas satu kemenangan, enam podium, dan sekali pole position. Tidak berlebihan, jika pabrikan Ducati merekrutnya dari Pramac mulai musim 2021.

Kekurangan

Talenta Miller belum terbukti di tim pabrikan. Jika bisa mengatasi tekanan plus motor Ducati Desmosedici semakin kompetitif, tidak diragukan lagi, Miller bisa mengancam kenyamanan Marquez.

Berita Terkait