Dikenal Bermusuhan, 4 Momen Ini Valentino Rossi Justru Memuji Marc Marquez

oleh Hanif Sri YuliantoHendry Wibowo diperbarui 13 Jun 2020, 09:00 WIB
Valentino Rossi dan Marc Marquez. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Catalunya - Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, memiliki rivalitas tinggi dengan Marc Marquez dalam beberapa tahun terakhir. Perseturuan mereka bermula pada MotoGP Argentina 2015.

Saat itu, Valentino Rossi terlibat crash dengan Marquez dua lap menjelang finis. Motor mereka saling bersenggolan dan menyebabkan rider asal Spanyol itu jatuh dan gagal meneruskan balapan.

Advertisement

Perseturan kembali terjadi pada MotoGP Belanda 2015. Keduanya bersenggolan dan Rossi melebar keluar lintasan, memotong tikungan zig-zang (chicane) terakhir, dan finis lebih dulu. Marquez harus puas menjadi runner up.

Perseturuan mereka memuncak pada balapan MotoGP Malaysia 2015. Mereka kembali bersenggolan dan Marquez terjatuh. Rossi kemudian mendapat hukuman dengan memulai perlombaan dari posisi buncit pada MotoGP Valencia 2015.

Setelah insiden yang melibatkan mereka pada musim 2015, diketahui hubungan keduanya tidak pernah lagi kembali seperti saat Marquez baru naik ke kelas MotoGP pada tahun 2013. Seperti diketahui, kala itu, Marquez mengklaim dirinya sebagai fans berat Rossi.

Tapi usai momen di MotoGP 2015, beberapa kali The Doctor memuji sang junior. Bola.com coba mengumpulkannya buat Anda:

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 5 halaman

1. Mengakui Kehebatan Marquez

Valentino Rossi dan Marc Marquez terlibat balapan sengit di MotoGP Belanda 2015. (dok Red Bull)

Pada MotoGP 2019, Valentino Rossi menyebut penghalang terbesar dalam pacuan juara dunia bukan terletak pada kemampuan motornya, tetapi pembalap bernama Marc Marquez.

"Memang benar saya tak terlalu jauh (di peringkat), tapi masalah sebenarnya di pacuan juara dunia bernama Marquez," kata Rossi, seperti dilansir GPOne.

3 dari 5 halaman

2. Sebut Marquez Masalah untuk Semua Pembalap

Valentino Rossi belum melupakan insiden dengan Marc Marquez di MotoGP 2015. (AFP/Manan Vatsyayana)

Valentino Rossi memberikan pujian bagi Marc Marquez dengan cara unik dengan dibalut bumbu perselisihan. The Doctor menyebut Marquez sebagai biang masalah bagi semua pembalap di musim balap 2019.

"Masalah semua pembalap adalah Marquez. Dia melaju dengan sangat keras (kuat), dia melesat dengan sangat cepat dan dia punya motor yang kuat," kata Rossi dilansir Tuttomotoriweb.

"Hal itu menyulitkan bagi semua lawannya karena dia lebih kuat dari siapapun di setiap trek dengan segala kondisi," tambahnya.

4 dari 5 halaman

3. Marquez Pembalap Cerdik

6. Pebalap Italia, Valentino Rossi, terlibat clash dengan pebalap Spanyol, Marc Marquez, di Sirkuit Sepang, Malaysia. Rossi dianggap bersalah karena menjatuhkan Marquez dan dijatuhi hukuman tiga poin. (Crash.net)

Valentino Rossi lagi-lagi memberi pujian untuk Marc Marquez. Baby Alien disebut The Doctor sebagai rider cepat dan cerdik. Rossi mengutarakan pujian tersebut setelah sesi kualifikasi MotoGP Catalunya 2019.

Marquez berhasil meraih posisi start kedua. Padahal, rider berusia 26 tahun itu tak mencatatkan waktu bagus di latihan bebas kedua dan ketiga MotoGP Catalunya.

"Marquez tak cuma cepat, tapi juga sangat-sangat pandai selama latihan karena dia selalu mempalajari rivalnya," kata Rossi dilansir Crash.

"Semua diperhitungkan, dia tahu dengan benar siapa yang harus diikuti. Pada akhirnya Anda tak punya pilihan: antara mencatatkan lap lebih cepat darinya atau Anda (di belakangnya) dan tak mencatatkan lap," imbuh Rossi.

5 dari 5 halaman

4. Prediksi Dominasi Marquez di MotoGP 2019

Marc Marquez mengakui kesalahannya terkait insiden dengan Valentino Rossi pada MotoGP Argentina, 8 April 2018. (Twitter/MotoGP)

Marquez jadi juara dunia MotoGP 2019 dengan cara yang begitu dominan. Seorang Rossi sudah memberikan prediksi sejak pembalap Honda itu menjuarai GP Aragon 2019.

"Sepertinya tahun ini Marquez dan Honda dalam momentum punya kekuatan luar biasa, mirip dengan musim 2014 ketika mereka memenangi 10 balapan beruntun," kata Rossi, seperti dilansir Tuttomoriweb.

"Saya tak tahu apakah dia sudah mencapai batas, karena dia masih mudah dan bahkan masih bisa berkembang," tutup Rossi.

Berita Terkait