Eky Taufik: Legenda Persela Hanyalah Choirul Huda

oleh Nandang Permana diperbarui 25 Jun 2020, 13:15 WIB
Pemain Persela bersama suporter melakukan penghormatan usai laga melawan Bhayangkara FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (27/10). Choirul Huda meninggal dunia, Minggu (15/10). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bola.com, Jakarta - Kapten Persela Lamongan, Eky Taufik menolak disebut sebagai calon Legenda. Ia mengatakan bahwa sosok yang paling pantas menjabat status tersebut hanyalah Choirul Huda.

Eky Taufik disebut-sebut akan menjadi legenda Persela Lamongan berikutnya setelah almarhum Choirul Huda. Pasalnya, Eky sudah membela Persela Lamongan selama 10 musim.

Advertisement

Tentu saja suka dan duka bersama Laskar Joko Tingkir sudah dirasakannya. Titel Sebagai pemain baru hingga sekarang menyandang ban kapten pun ia alami. Namun, saat disinggung soal calon legenda Laskar Joko Tingkir, Eky langsung membantahnya.

"Tidak, saya cuma seperti pemain-pemain lain di Persela. Cuma hanya waktunya yang berbeda aja. Legenda di Persela itu ya almarhum Choirul Huda dan para senior-senior saya dulu," kata Eky Taufik kepada Bola.com, Rabu (25/6/2020).

Eky mengatakan, jika almarhum Choirul Huda layak disebut legenda oleh pecinta sepak bola Lamongan. Selain tidak pernah membela tim lain selama berkarier, almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang baik, telandan bagi pemain lainnya baik di dalam atau di luar lapangan.

Kabar gembira bagi Sahabat Bola.com yang berstatus penggila sepak bola dan gim FIFA 20. Saksikan keseruan acara BOLA Esports Challenge bersama Andritany Ardhiyasa dan Rezaldi Hehanusa, 25 - 26 Juni 2020. Caranya mudah, cukup KLIK TAUTAN INI ya.

 

Video

2 dari 2 halaman

Pesan Choirul Huda

Choirul Huda harus dibawa ke RSUD Dr Soegiri setelah tidak sadarkan diri karena berbenturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, pada laga Persela melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Choirul Huda, kata Eky, semasa hidupnya sangat mengayom para pemain muda dan sering berbagi ilmu.

Almarhum Choirul Huda meninggal di rumah sakit setelah mengalami benturan dengan temanya saat mengawal gawang Laskar Joko Tingkir ketika menghadapi Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10/2017).

Sesaat akan mengamankan bola di penghujung akhir babak pertama, Choirul Huda bertabrakan dengan temannya Ramon Rodrigues.

Sempat tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit, Choirul Huda menghembuskan napas terakhirnya pada sore harinya.

"Dukanya, kehilangan sosok almarhum Choirul Huda saat pertandingan itu yang masih teringat sampai sekarang dan sampai kapan pun. Beliau selalu bilang, anak muda harus latihan keras, karena nanti yang akan menggantikan senior-senior ya kamu-kamu itu pemain muda," Eky Taufik mengakhiri pembicaraan.

Berita Terkait