Agen: Edson Tavares Dipecat Borneo FC karena Keras Kepala dan Susah Diajak Kerja Sama

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 13 Agu 2020, 07:15 WIB
Pelatih anyar Borneo FC bersama Presiden Klub Nabil Husein. (Dok. Borneo FC)

Bola.com, Jakarta - Borneo FC mengambil langkah mengejutkan tatkala menghentikan Edson Tavares dari kursi pelatih ketika kompetisi tengah vakum. Padahal, pria asal Brasil itu mampu mengantar Terens Puhiri dan kawan-kawan ke peringkat ketiga klasemen sementara Shopee Liga 1 2020.

Kepada Bola.com, Edson Tavares mengaku diperlakukan semena-mena oleh Borneo FC. Tim berjulukan Pesut Etam ini juga disebutnya akan mengarang pernyataan untuk menutup-nutupi perlakuan buruk kepadanya.

Advertisement

Presiden Borneo FC, Nabil Husein, tidak kaget dengan sikap Tavares. Dia menganggap sang pelatih memang terbiasa bermain playing victim alias seolah-olah memposisikan dirinya sebagai korban.

Untungnya, Antonio Teles dapat mengurai benang kusut polemik Borneo FC dengan mantan pelatih Persija Jakarta ini. Berstatus sebagai agen Tavares, ia mengungkap duduk perkara keretakan hubungan kliennya dengan Pesut Etam.

"Coach Edson Tavares dipecat karena klub tidak begitu suka dengan attitude-nya dia yang sering mengambil keputusan sepihak dan susah diajak kerja sama," imbuh Teles membuka pembicaraan dengan Bola.com, Rabu (12/8/20020).

"Saya tidak di Samarinda waktu dia bekerja di sana jadi saya tidak tahu hal-hal yang terjadi di sana. Saya berkali-kali dilaporkan oleh klub bahwa dia susah diajak berkomunikasi dan keras kepala."

"Hal-hal yang lebih detail mungkin pihak klub yang tahu. Saya sebagai agennya hanya mengurus kontrak dan hal-hal yang lain. Semisal hubungan antara klien saya dengan klub itu merupakan pribadi masing-masing," ucap agen yang juga merupakan mantan pemain asing di Liga Indonesia tersebut.

Video

2 dari 4 halaman

Komparasi Kasus Tavares di Borneo FC dan Persija

Pelatih Persija Jakarta, Edson Araujo Tavares, memperhatikan pemainnya saat melawan Semen Padang pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Rabu (16/10). Persija takluk 1-2 atas Semen Padang. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bukan kali ini saja Edson Tavares mencak-mencak setelah diberhentikan oleh klub Indonesia. Saat kontraknya tidak diperpanjang Persija pada musim lalu pun, ia juga melempar berbagai tuduhan ke tubuh manajemen tim ibu kota.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi di Persija karena waktu itu dia tidak bekerja dengan saya. Tetapi kalau kasusnya dikomparasi mungkin sama. Sebab setelah dia keluar dari Persija, dia juga bicara tidak baik tentang manajemen Persija," ujar Teles.

"Saya sebagai agen mengerti posisi klub karena klub berhak untuk memecat dan juga melanjutkan kerja sama dengan siapa pun karena terikat kontrak. Kadang-kadang ada yang namanya tidak terima saat dipecat," jelasnya.

Teles juga menyayangkan reaksi Tavares yang terlalu berlebihan menyikapi langkah yang diambil Borneo FC. Dia menyarankan mantan pelatih Timnas Vietnam ini agar bisa berbesar hati menerima kenyataan yang terjadi.

"Saya rasa tidak perlu dia berkomentar seperti ini tentang Borneo FC maupun tentang Persija karena kedua klub ini memberikan kesempatan bekerja untuknya di Indonesia. Yang penting, kedua klub ini sudah memenuhi haknya dia," terang Teles.

3 dari 4 halaman

Tuduhan Tavares

Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares, memberikan arahan kepada pemainnya saat melawan Persipura Jayapura pada laga Shopee Liga 1 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11). Persija menang 1-0 atas Persipura. (Bola.com/Yoppy Renato)

Borneo FC pada Selasa (11/8/2020) siang WIB mengumumkan pemberhentian kerja sama dengan Tavares. Sang pelatih mengaku kaget dengan keputusan tersebut dan merasa diperlakukan buruk oleh manajemen tim.

"Percayalah, saya juga terkejut dengan perilaku manajemen klub. Tetapi, ini adalah bagian dari sepak bola," kata Edson Tavares kepada Bola.com, Selasa (11/8/2020).

"Saya tidak punya masalah dengan pemain. Hasil di kompetisi juga bagus. Saya memenuhi kewajiban di kontrak saya. Tim juga memainkan sepak bola yang bagus. Jadi, bukan alasan itu, tetapi..."

"Mereka akan mengarang berita tentang saya untuk membenarkan hal-hal buruk yang mereka lakukan terhadap saya dan keluarga saya. Saya tidak ingin membicarakannya sekarang dan berharap Tuhan akan menyelesaikannya. Terima kasih atas perhatiannya," ucap Tavares.

4 dari 4 halaman

Respons Santai Nabil Husein

Presiden Borneo FC, Nabil Husein, bersama rekrutan baru timnya untuk musim 2020, Francisco Torres. (Dok. Borneo FC)

Nabil Husein selaku Presiden Borneo FC tidak ambil pusing dengan tudingan miring Tavares. Pria berusia 26 tahun tersebut memilih meresponsnya dengan santai dan sempat meminta Bola.com untuk menghubungi Teles agar duduk perkaranya terungkap. 

"Hehe. Saya rasa, setiap dia keluar dari klub, pasti dia menggiring opininya. Biarkan saja. Sudah selesai. Cek berita saat dia keluar di Persija sebelumnya, sama saja," kata Nabil kepada Bola.com, Selasa (12/8/2020).

"Intinya sudah berakhir. Urusan Borneo FC dengan Edson Tavares sudah selesai. Mungkin akan lebih baik jika bisa menghubungi agennya, Antonio Teles. Karena proses pemutusan kerja ini sudah diketahui oleh agennya. Sehingga agennya sudah tahu semua," ujar Nabil.