Liga Inggris: Penyesalan Selalu Datang Belakangan, Ini 3 Bomber yang Disia-siakan Klub Lamanya

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 12 Okt 2020, 08:00 WIB
Ilustrasi - Romelu Lukaku, Mohamed Salah, Daniel Sturridge (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Penyesalan selalu datang belakangan. Ungkapan itu agaknya tepat dialamatkan kepada sejumlah klub Liga Inggris, yakni Chelsea dan Manchester United.

Finansial yang kuat namun dibumbui ketidaksabaran manajemen tim membuat peluang untuk melakukan kesalahan sangat menganga. Selain itu, munculnya lusinan pemain yang punya potensi besar juga kerap kali mereka tidak cermat ketika melakukan manuver transfer.

Advertisement

Manchester United misalnya, sudah berulang kali membeli kucing dalam karung. Diego Forlan, Sebastian Veron, Bebe, sampai Memphis Depay tampil melempem ketika diboyong dengan harga mahal.

Chelsea juga sama saja. Penampilan Kepa Arrizabalaga dan Alvaro Morata jauh di luar ekspektasi. Jangan lupakan ketika The Blues mengucurkan dana miliaran demi mendapatkan tanda tangan Fernando Torres.

Tidak jarang pula, Manchester United dan Chelsea menyia-nyiakan bakat dan potensi pemain yang ada. Manchester City juga jadi contoh nyata. Jadon Sancho adalah contoh nyata betapa ketidakcermatan jadi harga mahal yang harus dibayar di kemudian hari.

Berikut ini, Bola.com merangkum tiga bomber yang potensinya disia-siakan oleh bekas klubnya. Siapa saja?

Video

2 dari 4 halaman

Daniel Sturridge

Penyerang Liverpool, Daniel Sturridge, melakukan selebrasi usai membobol gawang Chelsea pada laga Piala Liga Inggris di Stadion Anfield, Rabu (26/9/2018). Liverpool takluk 1-2 dari Chelsea. (AP/Rui Vieira)

Mungkin masih ada yang belum menyadari bahwa Daniel Sturridge pernah berseragam Chelsea. Saat itu, The Blues tengah jorjoran membeli pemain setelah kehadiran Roman Abramovich.

Alhasil, bakat dan potensi Daniel Sturridge disia-siakan oleh Chelsea yang saat itu dihuni banyak striker kelas dunia, mulai dari Andriy Shevchenko, Nicolas Anelka, sampai Didier Drogba.

Tapi siapa sangka, gagal bersaing di Chelsea tak membuat Daniel Sturridge menyerah. Saat ia bermain untuk Liverpool, namanya bersinar. Ia menjadi pemain top Liga Inggris sampai dipanggil ke Timnas Inggris.

3 dari 4 halaman

Romelu Lukaku

Romelu Lukaku kembali bersinar di musim 2019-2020. Lukaku seperti terlahir kembali di Inter Milan setelah tampil melempem di Premier League bersama Manchester United. (AP/Antonio Calanni)

Entah siapa yang harus dianggap menyia-nyiakan potensi Romelu Lukaku. Apakah Chelsea yang melepasnya ke Manchester United, atau justru MU yang 'membuangnya' ke Inter Milan.

Yang jelas, kerugian dirasakan betul oleh Manchester United. Dalam dua musim terakhir, Setan Merah praktis tinggalk mengandalkan Marcus Rashford saja sebagai penyerang tunggal.

Padahal, andai MU mau mempertahankan Lukaku, mereka tak perlu menggaet Edinson Cavani yang sudah tidak muda lagi. Terlebih, Anthony Martial kini lebih berperan sebagai winger kiri ketimbang striker.

4 dari 4 halaman

Mohamed Salah

Mohamed Salah dalam Angka (Bola.com/Adreanus Titus)

Andai saja Chelsea mau sedikit bersabar, maka tak akan pernah ada ceritanya Liverpool tampil istimewa dengan meraih gelar Liga Champions dan Liga Inggris dalam beberapa musim terakhir.

Ya, bakat Mohamed Salah disia-siakan begitu saja oleh Chelsea. Dibeli dari FC Basel, manajemen The Blues menilai bahwa pemain asal Mesir itu tak cukup layak di Stamford Bridge.

Chelsea kemudian meminjamkan Mohamed Salah ke AS Roma, sebelum dibeli oleh Liverpool. Kini, Salah menjadi satu di antara pemain terbaik dunia.

Sumber: Berbagai sumber

Berita Terkait