Shopee Liga 1: Resmi, Makan Konate Tinggalkan Persebaya

oleh Aditya Wany diperbarui 11 Des 2020, 08:15 WIB
Playmaker Persebaya Surabaya, Makan Konate. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Persebaya secara resmi kehilangan dua pemain asing. Setelah David da Silva, kini giliran gelandang Makan Konate yang memutuskan hengkang. Pemain yang menjabat kapten Persebaya itu telah mengucap salam perpisahan.

Seperti halnya David, Makan Konate tidak bisa berkompromi dengan situasi. Konate mengaku tidak bisa menunggu kepastian kelanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020. Dia telah mengajukan pengunduran diri.

Advertisement

"Selama delapan bulan saya di Indonesia, tidak ada kabar soal kompetisi sampai saat ini. Saya tidak bisa lebih lama lagi menunggu,” ucap Makan Konate seperti dilansir oleh situs web resmi klub, Jumat pagi (11/12/2020).

Pemain berusia 29 tahun itu membuat keputusan yang berbeda dibanding pemain asing Persebaya lain selama pandemi COVID-19. Dia tetap berada di Surabaya selama kompetisi dihentikan sejak Maret.

Konate memilih bertahan dengan keyakinan, suatu saat kompetisi kembali dilanjutkan. Asa itu sempat muncul saat PSSI memutuskan kick off pada 1 Oktober lalu. Sayang, rencana tersebut berantakan, setelah PSSI tidak mendapat izin dari kepolisian. Konate pun memutuskan pulang Oktober lalu,.

"Jujur, keputusan ini sulit. Saya sudah terlanjur menjanjikan trofi juara pada Persebaya. Tetapi, situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Saya harus melanjutkan perjalanan. InsyaAllah, suatu saat saya kembali,” ujarnya. 

 

 

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Terima Kasih dari Makan Konate

Makan konate - Gelandang serang kelahiran Mali ini resmi berlabuh ke Persebaya dari Arema FC pada awal musim Shopee Liga 1 2020. Kedatangan Konate diharapakan bisa membawa Persebaya tampil lebih kompetitif. (Bola.com/Yoppy Renato)

Lebih lanjut Makan Konate menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf pada manajemen Persebaya plus fans setia tim, Bonek.

Menurutnya kebersamaan yang dijalin tidak seperti yang diharapkan dan direncanakan. Padahal dirinya sangat mendambakan merasakan kemenangan demi kemenangan di pertandingan. Sayang, semua gagal terwujud.

"Pada tim pelatih, rekan-rekan pemain saya sampaikan terima kasih atas kebersamaan selama ini. Saya mohon maaf, harus meninggalkan tim yang begitu kuat ikatan kekeluargaan dan persaudaraan. Saya pasti ingat dan tak akan lupa. Begitu juga dengan manajemen dan Bonek. Luar biasa kalian semua,” tandasnya.

Berita Terkait